Tampilkan postingan dengan label Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2016

Boleh Berikan Dot pada Bayi, Asal...

Boleh Berikan Dot pada Bayi, Asal...
Image result for bayi dot
Menghisap memang sering memiliki efek menenangkan pada bayi. Meski hal ini masih pro dan kontra, namun sebagian orangtua tetap memberikan dot pada buah hatinya.

1. Tunggu sampai masa menyusui teratur
Jika Anda sedang menyusui, The American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk menunggu memberikan dot sampai bayi Anda berusia tiga sampai empat minggu. Selain itu, Anda siap melakukan rutinitas perawatan bayi yang efektif.

2. Jangan gunakan dot sebagai pertahanan pertama
Kadang mengubah posisi ketika menggendong atau mengayun-ayunkan dalam gendongan, dapat menenangkan bayi ketika menangis. Jadi, lebih baik berikan dot untuknya hanya setelah, atau antara menyusui.

3. Biarkan bayi mengatur penggunaan dot
Jika bayi Anda tidak tertarik pada dot, jangan memaksanya. Saat dot jatuh dari mulutnya saat ia tidur, juga jangan coba masukkan kembali ke mulutnya.

4. Jaga dot tetap bersih
Sebelum Anda memberikan dot, jangan lupa untuk membersihkannya secara menyeluruh. Lebih baik rebus secara teratur dan jangan membersihkan dot dengan mulut Anda, karena dengan begitu Anda akan menyebarkan kuman lebih banyak pada bayi Anda.

5. Jangan menaruh zat manis di atasnya
Jika tidak ingin membiarkan bayi Anda susah untuk melepas dot ketika balita nanti, jangan memberikan zat manis seperti gula atau permen di atasnya.

Rabu, 13 Juli 2016

Biasakan Tidur Cepat agar anak tidak mudah gemuk

Biasakan Tidur Cepat agar anak tidak mudah gemuk

Bayi yang tidur lebih cepat tidak hanya memberi orang tua lebih banyak waktu luang. tapi juga menguntungkan untuk si bayi sendiri kelak.

Bayi yang dibiasakan tidur di jam yang sama setiap malamnya berisiko lebih rendah untuk mengalami obesitas saat usianya genap satu tahun.Keuntungan dari kebiasaan orang tua saat menidurkan bayinya.

Pertama, banyak orang tua yang mengira ketika bayi dibiarkan terjaga lebih lama, maka begitu ngantuk, mereka akan terlelap lebih lama.

"Yang benar, ketika orang tua membuatnya terjaga lebih lama, ya jam tidurnya berkurang,"
Jika ingin si bayi tidur lebih lama, baiknya bayi ditidurkan lebih awal juga. Namun  jam berapapun bayi ditidurkan, mereka masih bisa terbangun di tengah malam. Biasanya disertai dengan tangisan,

Jangan pernah memberi makan bayi jika mereka tidak lapar. Lagipula kalaupun lapar, menangis adalah hal terakhir yang dilakukan bayi untuk mengirimkan 'kode' kepada orang tuanya jika mereka lapar.

Ketika usia mereka genap setahun, risiko obesitas mereka berkurang hingga separuh. Padahal faktanya balita yang mengalami kenaikan berat badan di tahun pertama cenderung menjadi kegemukan di kemudian hari, yang telah lama dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit seperti diabetes dan kanker.

"Untungnya orang tua baru biasanya mau menerima berbagai saran terkait pengasuhan anak dengan tangan terbuka, jadi lebih mudah mengintervensi mereka,"

Mengatasi Bayi Mengeces dengan pijat wajah

Mengatasi Bayi Mengeces dengan pijat wajah

Bayi yang MENGECES adalah hal yang normal. Kemampuan mengontrol produksi liur dan menelan pada bayi yang lemah adalah penyebabnya.

Meski kecenderungan ini akan berkurang seiring pertambahan usia, teknik pijatan dapat menguranginya.

Kegiatan memijat adalah hal menyenangkan yang bisa dilakukan ibu pada bayi kecil mereka. Teknik pijatan di bagian tertentu bahkan bisa mengatasi kecenderungan mengeces.
“Pijatan di wajah, tepatnya di bibir atas dan bawah, akan membantu mengurangi kecenderungan ngeces atau melet-melet pada bayi,”

Tidak hanya itu, teknik memijat bayi di sekitar rahang juga bisa membantu mengurangi nyeri akibat tumbuh gigi.

“Saat bayi tumbuh gigi, bayi kan suka sakit dan merasa tidak nyaman. Memberi pijatan di daerah wajah akan membantu melegakan keluhan sakit pada saat mereka nanti mereka tumbuh gigi,”

Selasa, 28 Juni 2016

Mencegah Gumoh pada Bayi

Mencegah Gumoh pada Bayi

Ketika bayi kekenyangan minum susu, bayi akan gumoh. 

Hal ini tentunya tidak membuat bayi nyaman dan harus dicegah.
Bayi gumoh disebabkan karena sistem pencernaan tubuhnya mengalami kenaikan asam lambung.

Kenaikan asam lambung pada bayi terjadi ketika makanan mencapai perut setelah makan. Dalam beberapa kasus, kenaikan asam lambung juga bisa terjadi karena iritasi lambung.

Umumnya, orangtua mencegah agar bayinya tidak gumoh dengan cara menggendong bayi dengan posisi berdiri setelah minum susu. Jika si bayi tiba-tiba bersendawa, diklaim tak akan gumoh.

Moms, Anda mungkin perlu memastikan bahwa bayi Anda duduk tegak setelah makan setidaknya selama setengah jam untuk menghindari kenaikan asam lambung. Juga, pastikan bahwa Anda mengurangi ukuran porsi susu dan makanan pada bayi jika sudah memasuki usia 6 bulan.

Selain menggendong dengan posisi berdiri, Anda juga dapat menidurkan bayi dengan posisi miring ke sisi kiri. Cara ini setidaknya menjaga perut bayi agar tidak kembung. Selamat mencoba!

Kamis, 09 Oktober 2014

Arti Tangisan Bayi

Arti Tangisan Bayi

Ayo kita kenali arti tangisan bayi

1. POPOKNYA BASAH
          Umumnya yang pertama kali dilihat saat bayi menangis adalah apakah popoknya basah. Kalau ternyata tidak, baru dicari penyebab lainnya. Orangtua bisa melihat sekilas atau menyentuhnya untuk memastikan.

Ciri-ciri:
Tangisannya berirama teratur, berlangsung terus-menerus, makin lama suaranya makin keras. Ini terjadi karena bayi merasa risih/tidak nyaman dengan popoknya yang basah.

Penanganan:
Lepaskan popok/baju basahnya, setelah itu biasanya tangisnya akan mereda. Bersihkan bekas BAK/BAB-nya dengan kapas bulat yang dibasahi. Setelah bersih, aliri dengan air, lalu bersihkan area sekitarnya, dan keringkan. Ganti popoknya dengan yang bersih. Pastikan, apakah baju dan alas tidurnya juga basah? Kalau iya, ganti semua, karena bayi merasa tidak nyaman tidur di atas kain yang basah.

Catatan:
Sekalipun bayi tidak menangis, orangtua harus mengecek secara berkala apakah popok bayinya basah dan segera menggantinya. Begitu pun kalau memakai pospak, pastikan sebelum penuh sudah diganti, jangan tunggu sampai bayi menangis.

2. LAPAR
          Di usia ini bayi masih mendapat ASI eksklusif, karenanya saat bayi menangis, orangtua harus ingat kapan terakhir ia memberikan ASI. Kalau sudah 1—2 jam sebelumnya, besar kemungkinan bayi sudah lapar lagi.

Ciri-ciri:
Tangisan lapar hampir sama dengan saat popoknya basah, yakni iramanya teratur, berlangsung terus-menerus, makin lama suaranya makin keras. Ciri lain yang bisa dilihat sebelum bayi menangis karena lapar adalah mulutnya membuka-buka, seakan-akan mencari puting susu ibu.

Penanganan:
Segera angkat bayi dan berikan ASI. Bayi yang menangis karena lapar umumnya langsung diam saat mendapat ASI. Ia akan meminum dengan rakus. Mengenai cara memberikan ASI, lihat h. 13 tentang menyusui.

3. SAKIT
Boleh jadi bayi menangis karena sakit.

Ciri-ciri:
Tangisan karena sakit sedikit berbeda dari tangisan di atas. Bayi yang sakit umumnya akan menangis dengan suara keras/melengking, berhenti sebentar, lalu menangis lagi. Ada juga yang tangisannya serupa rintihan. Intinya, orangtua harus jeli bila tangis bayi terdengar tidak seperti biasanya.

Penanganan:
Coba pegang tubuhnya apakah terasa hangat, ada luka atau sesuatu yang tidak biasa. Untuk meredakan tangisnya, gendong dan berikan pelukan hangat. Bila si kecil tetap rewel, segera bawa ke dokter untuk memastikan dan mendapat penanganan yang tepat.

4. LELAH
Sekalipun belum banyak beraktivitas, bukan tak mungkin bayi merasa kelelahan. Ini bisa terjadi saat ada perayaan/upacara tertentu untuk menyambut kelahirannya atau saat keluarga berkumpul, sehingga banyak yang menimang/mengajaknya bercanda atau bahkan sekadar suasana yang tidak seperti biasanya, semisal banyak orang di rumah sehingga suasana gaduh/bising.

Ciri-ciri:
Tangis kelelahan serupa dengan rewel, ada gangguan sedikit saja ia langsung merengek.

Penanganan:
Ganti pakaiannya dengan pakaian bersih/kering, masuk ke kamar yang suasananya tenang/tidak bising, atur suhu kamar supaya tidak terlalu panas/dingin, berikan usapan lembut di punggung, nina bobokkan dan biarkan ia tidur lelap. Setelah terbangun biasanya rasa lelahnya pun hilang.

5. KOLIK
Kolik adalah kondisi bayi merasa kesakitan. Satu dari 5 bayi mengalami kolik.

Ciri-ciri:
Tangisannya serupa dengan tangis sakit, ditambah mukanya kemerahan, perutnya tegang, menarik-narik kaki, dan mengepalkan tangan.

Penanganan:
Coba gendong dan ayun-ayun dengan lembut, usap tubuhnya perlahan terutama bagian perut atau punggung seperti hendak menyendawakan, senandungkan lagu-lagu berirama lembut supaya ia tenang. Kalau belum teratasi juga, bawa ke dokter.

6. KEDINGINAN/KEPANASAN
Bayi yang kepanasan/kedinginan umumnya juga bereaksi dengan menangis.

Ciri-ciri:
Tangisannya serupa rintihan. Pastikan, apakah suhu ruangan memang tidak sesuai. Bayi yang kepanasan bisa dilihat dari pakaiannya yang basah karena keringat.

Penanganan:
Bila bayi kepanasan, ganti pakaiannya yang basah, ajak duduk-duduk di halaman untuk merasakan kesejukan udara. Kalau di rumah ada pendingin rungan, atur suhunya supaya bayi merasa nyaman dan tidak kepanasan. Bila bayi kedinginan, gendong dengan kain lebar sehingga ia merasakan kehangatan. Bagi bayi, kehangatan sangat penting karena selama 9 bulan dalam kandungan ia selalu merasakan kehangatan.

7. KAGET
          Suara yang terlalu keras akan mengagetkan bayi dan menyebabkannya menangis. Tak hanya itu, orang dewasa yang terlalu bersemangat mengajaknya bermain, pelukan/gendongan/dekapan yang terlalu kuat juga bisa membuatnya kaget hingga menangis.

Ciri-ciri:
Suara tangisan karena kaget umumnya langsung melengking keras layaknya orang kaget.

Penanganan:
Gendong, berikan pelukan hangat dan tenangkan bayi dengan mengusap-usap punggungnya. Setelah merasa tenang dan kekagetannya hilang, umumnya bayi akan berhenti menangis.

Tanda tanda Bayi Sakit

Tanda tanda Bayi Sakit

Tanda-tanda jika sakit menyerang bayi Anda, agar cepat memperoleh pertolongan. Tidak boleh main terka kondisi kesehatan bayi!

Wajar saja jika sesekali bayi Anda sakit. Bahkan adakalanya berdampak positif terhadap proses pembentukan daya tahan tubuh bayi. Tentu saja, kita tidak boleh main “tebak terka” dengan kondisi kesehatan si bayi. Apalagi bayi belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya, khan?

Tanda bayi sehat
  • Aktif bergerak. Gerakan kedua tangan serta kakinya simetris
  • Matanya bersinar saat menatap Anda
  • Mengisap kuat saat menyusui
  • Tangisannya kuat
  • Setelah usianya sebulan, mulai mengeluarkan suara-suara dan tersenyum saat Anda menatap dan mengajaknya bicara

Tanda bayi sakit
  • Awalnya terlihat:
  • Lemah dan lemas
  • Malas bergerak
  • Malas menyusu
  • Lebih banyak tidur ketimbang biasanya
  • Matanya redup dan tidak bercahaya
  • Bawel dan susah ditenangkan, semua jadi serba salah

Tak lama kemudian, gejala bayi sakit akan terlihat lebih jelas, seperti:
  • Tangan dan kaki dingin, atau sebaliknya bayi demam
  • Munculnya tanda-tanda lain sesuai jenis penyakitnya:
  • Flu: hidungnya berair atau tersumbat
  • Infeksi tenggorokan: batuk-batuk dan kadang disertai muntah
  • Terpapar kuman di pencernaan: buang air besar terus-menerus dan kadang disertai muntah
 
Tenang…tenang….Menghadapi anaksakit tak perlu panik. Tetaplah tenang dan berpikir jernih karena pada kondisi tertentu dituntut kesigapan Ada. Segera bawa si kecil ke rumah sakit bila:
  • Kejang, baik disertai demam maupun tidak
  • Tidak mau minum dan lebih banyak tidur di banding biasanya
  • Sesak nafas, apalagi bila disertai kebiruan di bibir atau wajahnya
  • Kebiruan pada mukosa atau selaput tipis yang melapisi bagian dalam mulut atau bibir, meskipun tidak disertai sesak nafas
  • Tubuhnya terlalu lemah dan tidak bertenaga
  • Tubuh atau tangan serta kaki bayi dingin
  • Muntah yang menyembur/menyemprot

Rabu, 08 Oktober 2014

Memandikan Bayi usia dibawah 1 tahun

Memandikan Bayi usia dibawah 1 tahun

Jika ibu bertanya; berapa lama memandikan bayi usia 1 - 2 bulan? Maka konsep yang perlu dipahami dalam hal memandikan anak adalah konsep bersih, semakin ceptat selesai mandi semakin baik. Kalau waktu yang bisa saya perkirakan kurang lebih 3 menit.

Cara dan tahapan memandikan bayi usia dibawah 2 minggu (belum lepas tali pusar):

  1. Siapkan air hangat-hangat kuku untuk air mandi
  2. Lepas semua pakaian dengan hati-hati.
  3. Letakkan bayi di meja pemandian yang dialasi dengan perlak atau kain.
  4. Celupkan kain handuk atau sarung tangan handuk kedalam air hangat-hangat kuku yang telah disediakan tadi.
  5. Usapkan handuk atau sarung tangan mandi basah tersebut terlebih dahulu ke muka dan kepala secara lembut.
  6. Selanjutnya mengusap badan, perlu diperhatikan bagi bayi yang belum jatuh tali pusar sebaiknya ketika mengusap bagian perut, angkat tali pusar tersebut sehingga tidak ikutan basah. 
  7. Nomor 5 dan 6 dilakukan hanya sekali usapan (sekedar membasahi)
  8. Tetesi sabun bayi ke handuk atau sarung tangan mandi dan kucek hingga berbusa, sabuni wajah dan kepala, selanjutnya menyabuni seluruh badan.
  9. Besrsihkan sabun dengan menyiramkan air atau mencelupkan punggung anak kedalam bak mandinya, hati-hati jangan sampai air masuk telinga.
Cara memandikan bayi usia 1 - 2 bulan (sudah lepas tali pusar)
  1. Siapkan air mandi
  2. Setelah semua pakaian bayi dilepas masukkan kedalam bak mandi (kolam mandi), posisi kepala tetap diatas air.
  3. Angkat bayi, letakan di meja mandi dan sabuni seluruh badan mulai dari kepala samapi kaki.
  4. Bersihkan sabun dari badan anak dengan cara menyiram badan bagian depan terlebih dahulu, setelah bagian depan bersih, telungkupkan dan siram bagian punggung.
  5. Cara lain membersihkan sabun pada bagian punggung adalah dengan mencelupkan bagian punggung bayi kedalam kolam mandi.
Setelah selesai memandikan, segera bawa anak ke tempat kering, dan keringkan seluruh badannya dengan handuk lalu segera sisir rambut bayi sesuai dengan model rambut yang diinginkan, setelah itu minyaki kaki dan tangannya dengan baby oil dan beri sedikit pijatan. Seltelah memberi baby oil oleskan telon atau minyak kayu putih ke bagian perut, dada, leher dan punggung juga telapak kaki, pakaikan popok, baju, celana, sarung tangan dan kaki.

Cara Merawat Bayi baru Lahir

Cara Merawat Bayi baru Lahir

Merawat bayi bukanlah perkerjaan yang mudah. Bayi baru lahir harus mendapatkan perlakukan yang ekstra dari Anda agar ia bisa tumbuh sehat dan cerdas. Nah, perlakuan istimewa apakah yang bisa Anda lakukan pada bayi baru lahir?
 :
- Berikan ASI untuk makanan utama bayi baru lahir.
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi baru lahir, karena mengandung colostrum dan zat-zat penting lainnya yang bagus untuk imunitas dan tumbuh kembang bayi.

- Menjaga kebersihan badan, pakaian, dan tempat tidur bayi.
Menjaga kebersihan badan bisa dilakukan dengan cara memandikan atau menyeka bayi dua kali sehari. Gunakan produk-produk khusus bayi yang aman, dari mulai sabun mandi, shampo, bedak, dan tissue basah. Untuk pakaian, pastikan dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai.  Cuci pakaian bayi dengan detergen khusus bayi (cair) karena tidak menyisakan residu di pakaian yang menjadi penyebab iritasi kulit dan hindari penggunaan softener. Pastikan kamar tidurnya bersih dan sirkulasi udaranya berfungsi sempurna.

- Merawat tali pusat bayi baru lahir.
Tali pusat bayi akan terlepas dengan sendirinya dalam waktu 4 hari, namun pada kondisi tertentu lepasnya tali pusat bisa lebih lama, yakni 1 bulan. Merawat tali pusat merupakan hal yang sangat sulit untuk ibu baru. Intinya, tali pusat harus dijaga kebersihannya agar bayi terhindar dari resiko infeksi. Berikut ini cara merawat tali pusat bayi :
1. Pastikan tali pusat dan daerah sekitarnya selalu kering dan higienis, agar terhindar dari infeksi dan jamur.
2. Hindarkan tali pusat dari kotoran bayi maupun air kencingnya.
3. Berikan perhatian khusus untuk tali pusat dengan cara mensterilkan tali pusat dengan kasa yang dibasahi alkohol 70% dari pangkal ke bagian ujungnya, kemudian bungkus dengan kasa yang dibasahi alkohol dengan rapi. Lakukan ini hingga tali pusat sudah kering dan lepas dengan sendirinya.

- Kosmetika Bayi.
Kosmetika bayi banyak macamnya, ada baby bath,  baby shampoo, baby oil,  baby lotion, baby powder, baby cream,  baby cologne dan hair lotion. Sebenarnya tidak semuanya dibutuhkan  oleh bayi, jadi bijaksanalah dalam memilih.  Apa pun  mereknya, gunakan produk yang sudah teruji secara klinis atau Clinical Proven Mild (CMP). Jika bayi bereaksi negatif saat dipakaikan kosmetika tertentu, misalnya timbul bercak-bercak merah di kulit, maka kemungkinan ia alergi pada kandungan kosmetika tersebut.  Hentikan pemakaian.
Beralihlah pada kosmetika bayi yang  bebas bahan kimia (green product). Masih berhubungan dengan meminimalkan persentuhan bayi dengan bahan kimia, hindari juga menggunakan  produk pengharum atau pelembut pakaian. Bahan kimia di dalamnya terlalu “kuat” dan bisa mengiritasi kulit bayi

 – Jaga kehangatan tubuh bayi.
Bayi harus dalam kondisi hangat, karena ia masih berada dalam masa penyesuaian setelah beberapa bulan berada dalam kandungan ibu yang hangat. Untuk menjaga kehangatan tubuhnya, Anda bisa memakaikan bedong bayi, sarung tangan dan kaki, serta topi. Ada pendapat untuk menghangatkan bayi, maka bisa dipakaikan gurita? Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena penggunakan gurita justru menyiksa bayi dan membuatnya susah bernafas. Namun jika ibu berniat menggunakan pada bayi, usahakan untuk tidak mengikatnya terlalu kencang.

- Perhatikan kuku bayi baru lahir.
Kuku bayi baru lahir memang masih lembut dan tipis, sehingga membuat orang tua tidak tega untuk memotongnya. Namun, demi menjaga kesehatan bayi yang kadang suka memasukkan tangan ke dalam mulut dan agar kukunya tidak melukai kulitnya yang lembut, sebaiknya Anda memotong kuku bayi dengan alat pemotong khusus untuk bayi.

- Perhatikan pakaian dan popok bayi.
Segera ganti pakaian apabila kotor atau lembab, begitupun dengan popoknya. Segera bersihkan daerah bokong dan kemaluan bayi setelah BAB atau BAK.

- Kegiatan yang Dibenci Bayi.
Kebanyakan bayi tidak suka acara lepas-pakai baju,  mandi,  keramas, diberi obat tetes mata  dan  tetes hidung hidung. Bisa-bisa dia mengamuk! Solusinya, lakukan kegiatan ini dengan cepat, namun tetap hati-hati. Alihkan perhatian bayi  dengan mengajaknya bercakap-cakap,   memberi pelukan dan ciuman.

- Ritual Tidur.
Total waktu tidur bayi baru adalah 16 jam sehari, dengan tidur malam yang gelisah, diseling beberapa kali bangun. Setelah usia 5 minggu, barulah bayi memiliki pola tidur tetap, yaitu tidur lebih awal di malam hari  dan terbangun 2 – 3 kali di tengah malam. Ritual tidur bisa membantu bayi tidur lebih cepat dan berkualitas. Tahapannya, mandikan bayi dengan air hangat yang sudah ditetesi baby bath, pijat bayi dengan baby oil atau lotion, setelah itu ciptakan suasana tenang di kamar tidurnya. Anda bisa membacakan dongeng, menyanyikan lagu nina bobok atau membubuhi bayi dengan baby powder. Gunakan produk bayi yang    harumnya menenangkan, namun aman dan teruji secara klinis atau Clinically Proven Mild (CMP).

- Mainan Bayi.
Fungsi mainan  bukan cuma menghibur tetapi juga mengenalkan bayi  pada berbagai bentuk dan melatih otot matanya agar lebih terfokus. Untuk itu, pilihlah mainan dengan warna-warna cerah. Mainan bergerak dan berbunyi (musical mobile) yang digantung di tempat tidur akan merangsang indra penglihatan dan pendengaran bayi.  Beruang Teddy  yang lembut menyenangkan bayi saat  ia merabanya.  Rattle, mainan genggam yang berbunyi jika     digoyang, juga  menghibur dan melatih indra bayi. Tetapi tidak selalu harus mainan mahal, lho.  Bayi juga sangat terhibur melihat pantulan dirinya di cermin,bayangan  di tembok dan tetes hujan. Dan, tentu saja tidak ada yang lebih menggembirakan bayi dibanding saat ia bermain dengan ayah dan ibunya.

- Kenali Penyakit Bayi Baru Lahir.
Kolik, ruam popok,  hidung mampet, infeksi mata, lidah berjamur dan demam pasca imunisasi adalah beberapa penyakit langganan bayi baru.   Saat mengalaminya, bayi akan rewel dengan tangis yang tidak biasa. Cepat cari tahu dan  atasi. Jika Si Kecil ruam popok, buka  popoknya bersihkan, dan biarkan dia tanpa popok –  diangin-angin – sementara waktu. Hidung mampet,  infeksi mata, demam pasca imunisasi dan lidah berjamur dapat diantisipasi dengan  resep obat dari dokter. Sedangkan kolik  yang umumnya tidak dapat disembuhkan,  bisa diatasi dengan membuat bayi nyaman; diayun-ayun,  disusui, atau diusap-usap perutnya.

- Orang-orang di Sekitar Bayi. 
Bayi memang menggemaskan, tetapi, perlakukanlah dia sewajarnya.  Jika terlalu banyak orang yang menggendong dan mengajak bercanda,  jika sedikit-sedikit pakaiannya diganti, sedikit-sedikit  diberi makan, atau jika Ayah dan Bunda bereaksi berlebihan terhadap tangisannya, bayi bisa stres juga. Selain itu, perasaan bayi yang halus membuatnya dapat “menangkap”  suasana hati ibu sebagai orang terdekatnya.  Ketika     mood ibu jelek akibat kelelahan misalnya, bayi bisa tahu dan  dia pun ikut-ikutan rewel.     Jadi,  jagalah suasana hati Anda  di dekat bayi.  Kalau perlu istirahat, serahkan bayi pada pengasuh lainnya di rumah.

- Lingkungan yang Nyaman.
Penting menciptakan lingkungan yang nyaman bagi bayi.  Usahakan lingkungan bayi tidak terlalu ramai atau berisik,  terlalu dingin (kurang dari 20 derajat Celcius) atau terlalu panas (lebih dari  31 derajat Celcius).   Bayi juga bisa rewel karena silau, karena  itu pastikan cahaya lampu atau sinar matahari tidak jatuh tepat ke matanya. Lingkungan yang nyaman juga berarti bebas gigitan nyamuk dan serangga. Anda bisa melakukan fogging di rumah beberapa hari sebelum bayi hadir.  Tidak dianjurkan  menggunakan obat pembasmi serangga di kamar bayi karena racunnya bisa menempel di barang-barang bayi. Gunakan saja kain kelambu.

Perawatan untuk Bayi Baru Lahir

Perawatan untuk Bayi Baru Lahir

Perawatan untuk bayi baru Anda  agar menjadi bayi paling bahagia sedunia!

1. Makan Lagi, Makan Lagi. Pada bulan-bulan pertama, lapar adalah penyebab utama bayi menangis. Karena itu,   menawari bayi makan adalah cara paling efektif untuk menyetop tangisnya,  meski  itu  berarti  Anda harus menyusui bayi sesering mungkin; pagi, siang, sore dan malam. Mengapa bayi makan lagi makan lagi? Ini karena,  rasa lapar adalah sensasi baru  baginya. Di rahim ibu  bayi  terbiasa  menerima asupan makanan terus-menerus dari plasenta, sehingga tidak pernah merasa lapar.
Ketika lahir ke dunia, sistem pencernaan bayi belum terbiasa untuk  mencerna makanan  dalam jumlah besar, kemudian “kosong” beberapa waktu.  Untuk membantu bayi beradaptasi dengan perbedaan ini, pada minggu-minggu pertama  Anda tidak perlu menjadual jam makan bayi. Berilah dia makan sesering mungkin.  Jadual makan bayi akan terbentuk  di usia kira-kira lima minggu.

2. Waktunya Buang Air! Pipis dan BAB  bayi  baru juga  belum kenal jadual. Tetapi  sering buang air adalah  hal yang baik, pertanda bayi cukup makan. Jangan   tunda mengganti popoknya, agar bayi tidak menangis karena basah dan tidak nyaman.  Amati juga air seni  dan fesesnya karena keduanya bisa menjadi alat ukur kondisi bayi, misalnya, air seni yang terlalu kuning  menandakan bayi kurang cairan. Feses bayi  yang  mendapat ASI  ekslusif lebih lunak dan tidak  terlalu berbau. Setelah bayi pipis atau BAB, segera bersihkan alat kelaminnya. Bubuhi bokong dan selangkangannya dengan krim untuk menghindari ruam popok.


3. Baby Dress Code. Apa iya, bayi baru lahir harus dibedong sepanjang hari? Apa betul bajunya harus berlapis-lapis dan selalu pakai selimut? Ayahbunda,  iklim tropis di negara kita sebenarnya tidak cocok dengan pakaian bayi gaya dibuntel-buntel.  Saat udara panas dan    bayi berada di ruangan non-AC,  coba cek belakang leher bayi, jika terasa panas dan lembab,  berarti dia  kegerahan. Jika demikian, singkirkan alas tidurnya dan ganti bajunya dengan yang  lebih ringan. Pastikan  pakaian bayi terbuat dari bahan alami, seperti katun 100%,   yang      menyerap keringat, mudah dicuci dan disetrika. Panduan berbusana  untuk bepergian lain lagi. Kenakan mantel atau cardigan,  kaos kaki, sepatu dan topi pada bayi untuk mencegah dia  masuk angin.

4. Kosmetika Bayi. Kosmetika bayi banyak macamnya, ada baby bath,  baby shampoo, baby oil,  baby lotion, baby powder, baby cream,  baby cologne dan hair lotion. Sebenarnya tidak semuanya dibutuhkan  oleh bayi, jadi bijaksanalah dalam memilih.  Apa pun  mereknya, gunakan produk yang sudah teruji secara klinis atau Clinical Proven Mild (CMP). Jika bayi bereaksi negatif saat dipakaikan kosmetika tertentu, misalnya timbul bercak-bercak merah di kulit, maka kemungkinan ia alergi pada kandungan kosmetika tersebut.  Hentikan pemakaian.

Beralihlah pada kosmetika bayi yang  bebas bahan kimia (green product). Masih berhubungan dengan meminimalkan persentuhan bayi dengan bahan kimia, hindari juga menggunakan  produk pengharum atau pelembut pakaian. Bahan kimia di dalamnya terlalu “kuat” dan bisa mengiritasi kulit bayi.


5. Kegiatan yang Dibenci Bayi. Kebanyakan bayi tidak suka acara lepas-pakai baju,  mandi,  keramas, diberi obat tetes mata  dan  tetes hidung hidung. Bisa-bisa dia mengamuk! Solusinya, lakukan kegiatan ini dengan cepat, namun tetap hati-hati. Alihkan perhatian bayi  dengan mengajaknya bercakap-cakap,   memberi pelukan dan ciuman.

6. Lingkungan yang Nyaman. Penting menciptakan lingkungan yang nyaman bagi bayi.  Usahakan lingkungan bayi tidak terlalu ramai atau berisik,  terlalu dingin (kurang dari 20 derajat Celcius) atau terlalu panas (lebih dari  31 derajat Celcius).   Bayi juga bisa rewel karena silau, karena  itu pastikan cahaya lampu atau sinar matahari tidak jatuh tepat ke matanya. Lingkungan yang nyaman juga berarti bebas gigitan nyamuk dan serangga. Anda bisa melakukan fogging di rumah beberapa hari sebelum bayi hadir.  Tidak dianjurkan  menggunakan obat pembasmi serangga di kamar bayi karena racunnya bisa menempel di barang-barang bayi. Gunakan saja kain kelambu.

7. Mainan Bayi. Fungsi mainan  bukan cuma menghibur tetapi juga mengenalkan bayi  pada berbagai bentuk dan melatih otot matanya agar lebih terfokus. Untuk itu, pilihlah mainan dengan warna-warna cerah. Mainan bergerak dan berbunyi (musical mobile) yang digantung di tempat tidur akan merangsang indra penglihatan dan pendengaran bayi.  Beruang Teddy  yang lembut menyenangkan bayi saat  ia merabanya.  Rattle, mainan genggam yang berbunyi jika     digoyang, juga  menghibur dan melatih indra bayi. Tetapi tidak selalu harus mainan mahal, lho.  Bayi juga sangat terhibur melihat pantulan dirinya di cermin,bayangan  di tembok dan tetes hujan. Dan, tentu saja tidak ada yang lebih menggembirakan bayi dibanding saat ia bermain dengan ayah dan ibunya.

8. Ritual Tidur. Total waktu tidur bayi baru adalah 16 jam sehari, dengan tidur malam yang gelisah, diseling beberapa kali bangun. Setelah usia 5 minggu, barulah bayi memiliki pola tidur tetap, yaitu tidur lebih awal di malam hari  dan terbangun 2 - 3 kali di tengah malam. Ritual tidur bisa membantu bayi tidur lebih cepat dan berkualitas. Tahapannya, mandikan bayi dengan air hangat yang sudah ditetesi baby bath, pijat bayi dengan baby oil atau lotion, setelah itu ciptakan suasana tenang di kamar tidurnya. Anda bisa membacakan dongeng, menyanyikan lagu nina bobok atau membubuhi bayi dengan baby powder. Gunakan produk bayi yang    harumnya menenangkan, namun aman dan teruji secara klinis atau Clinically Proven Mild (CMP).

9. Kenali Penyakit Bayi Baru Lahir.
Kolik, ruam popok,  hidung mampet, infeksi mata, lidah berjamur dan demam pasca imunisasi adalah beberapa penyakit langganan bayi baru.   Saat mengalaminya, bayi akan rewel dengan tangis yang tidak biasa. Cepat cari tahu dan  atasi. Jika Si Kecil ruam popok, buka  popoknya bersihkan, dan biarkan dia tanpa popok -  diangin-angin – sementara waktu. Hidung mampet,  infeksi mata, demam pasca imunisasi dan lidah berjamur dapat diantisipasi dengan  resep obat dari dokter. Sedangkan kolik  yang umumnya tidak dapat disembuhkan,  bisa diatasi dengan membuat bayi nyaman; diayun-ayun,  disusui, atau diusap-usap perutnya.

10. Orang-orang di Sekitar Bayi. Bayi memang menggemaskan, tetapi, perlakukanlah dia sewajarnya.  Jika terlalu banyak orang yang menggendong dan mengajak bercanda,  jika sedikit-sedikit pakaiannya diganti, sedikit-sedikit  diberi makan, atau jika Ayah dan Bunda bereaksi berlebihan terhadap tangisannya, bayi bisa stres juga. Selain itu, perasaan bayi yang halus membuatnya dapat “menangkap”  suasana hati ibu sebagai orang terdekatnya.  Ketika     mood ibu jelek akibat kelelahan misalnya, bayi bisa tahu dan  dia pun ikut-ikutan rewel.     Jadi,  jagalah suasana hati Anda  di dekat bayi.  Kalau perlu istirahat, serahkan bayi pada pengasuh lainnya di rumah.

Senin, 06 Oktober 2014

Kapan Bayi boleh berenang ?

Kapan Bayi boleh berenang ?

Tak cuma menyenangkan, berenang juga ternyata baik untuk kesehatan. Begitu juga untuk bayi sehingga harus diajarkan sejak dini. Otak bayi seperti spons, sedang giat-giatnya menyerap semua informasi dan stimulasi yang diberikan sehingga lebih mudah mengenalkan dan mengajarkan berenang saat bayi.

Banyak manfaat berenang untuk bayi. Beberapa diantaranya adalah karena air membuat bayi atau anak gembira, kolam renang bagi mereka ibarat tempat bermain air yang luas. Berenang membantu bayi atau anak tidak takut air juga mengasah kemandirian, keberanian, dan rasa percaya diri. Pun berenang mengasah kemampuan bersosialisasi dengan orang lain., dan sangat baik untuk perkembangan motorik, kardio, pernapasan bayi, serta mencegah terjadinya obesitas.

Penelitian yang dilakukan di Norwegia juga mencatat bayi yang diajarkan berenang sejak dini memiliki kemampuan keseimbangan fisik serta koordinasi yang lebih baik. Disamping itu, sangatlah penting bagi seorang anak untuk dapat berenang agar anak tidak tenggelam.

Kapan sebenarnya bayi boleh berenang? Sebenarnya tidak ada batasan usia yang baku mengenai kapan bayi boleh berenang. Namun sebaiknya berenang dilakukan saat bayi sudah dapat menegakkan dan mengontrol kepalanya saat digendong pada posisi duduk. Hal ini biasanya dikuasai bayi sekitar usia 4 bulan.

Tidak perlu menunggu imunisasi bayi lengkap. Terpenting, bayi harus dalam keadaan sehat (tidak sedang sakit), tidak memiliki kelainan bawaan. Jika ada kelainan bawaan, misalnya jantung bocor, dan lainnya konfirmasikan kondisi bayi pada dokter mengenai kapan bayi Anda siap berenang.

Sebaiknya bayi berenang cukup satu kali minggu dengan durasi 20-30 menit, atau bila jari-jari bayi sudah mulai keriput itu adalah tanda untuk selesai berenang. Air di kolam renang jangan terlalu dingin dan matahari jangan terlalu terik misalnya pada pukul 08.00-09.00 atau pukul 15.00-18.00. Dan jangan berenang saat bayi lapar ataupun terlalu kenyang dan jangan saat bayi sedang mengantuk.

Hal lain yang harus diperhatikan saat bayi berenang, pilih tempat berenang yang bersih.

Berenang menjadi menyenangkan juga bagi si bayi bila bersama teman-teman. Ajaklah teman Anda yang memiliki bayi untuk berenang bila memungkinkan. Awasi anak Anda jangan sampai loncat tanpa pengawasan dan tanpa menggunakan pelampung kecuali pada anak yang sudah dapat berenang. Pada bayi yang belum dapat berenang kenakanlah ban di leher atau yang sering disebut dengan neck ring dengan tekanan angin yang pas. Sementara, pada anak yang belum dapat berenang kenakanlah pelampung tangan atau ban yang dipasang di pinggang dengan tekanan angina yang pas. Jangan lupa membawa handuk kering, baju ganti kering, serta perlengkapan mandi lainnya.

Lakukanlah semua proses dengan lembut, menyenangkan, dan tidak traumatik. Cari baju renang dengan ukuran yang pas dan pelampung jika merasa perlu. Jangan membuat bayi trauma karena pengalaman pertama sangat penting untuk bayi. Saat berenang sebaiknya orang tua berada di dalam kolam untuk menemani bayi. Orang tua adalah faktor penting dalam membimbing bayi untuk berenang. jadi, pilihlah tempat dimana Anda dapat berpijak sehingga Anda yakin dan tenang. Bayi juga akan tenang bila melihat Anda menemani dengan tenang di dalam kolam.

Pertama-tama, basuhkan air sebelum bayi masuk ke kolam agar bayi tidak kaget saat masuk ke kolam. Bermainlah dengan anak di kolam renang dan jangan lupa mandi setelah berenang untuk membasuh kaporit dari kulit. Setelah berenang susui bayi atau berikan makanan kesukaan bayi. Bila bayi belum mau, jangan paksakan, coba lagi minggu depan atau dua minggu lagi.

Kapan Bayi boleh dipijat ?

Kapan Bayi boleh dipijat ?

Pijat bayi atau dikenal dengan baby massage atau infant massage merupakan ungkapan kasih sayang ibu pada sang buah hati melalui stimulasi sentuhan pada kulit. Sentuhan ibu akan direspon  bayi sebagai bentuk perlindungan, perhatian, dan ungkapan cinta. Berdasarkan penelitian, pijat bayi mempunyai efek positif bagi tumbuh kembang sang buah hati.


Sejak kapan bayi boleh dipijat? Pada bayi cukup bulan, pijat bayi dapat dilakukan sedini mungkin setelah bayi dilahirkan. Sedangkan pada bayi kurang bulan harus diperiksa terlebih dahulu oleh tenaga kesehatan apakah  sudah dapat diberikan pijatan atau tidak. Pijatan pada bayi yang berusia kurang dari dua bulan harus dilakukan dengan sangat lembut dan hati-hati.

Banyak manfaat yang diperoleh bayi dari pijatan tersebut. Di antaranya adalah membantu mengembangkan bahasa pertamanya, yaitu sentuhan . Selanjutnya menciptakan ikatan psikologis antara orangtua dan bayi, juga membantu memperkuat sistem pencernaan, pernapasan, peredaran darah dan kekebalan tubuh, meningkatkan berat badan, memacu perkembangan otak dan sistem saraf, dan membantu bayi tidur lebih nyenyak dan beristirahat.

Tak hanya bayi, orang tua pun akan mendapatkan manfaat dari porses pijatan bayi tersebut. Antara lain , mengembangkan rasa percaya diri saat mengurus sang buah hati, mendukung ikatan kasih sayang antara orangtua dan bayi, serta menciptakan suasana yang menyenangkan bagi orangtua dan bayi.

Saat akan pijat bayi, perhatikan beberapa hal yang harus diperhatian. Pertama, pilihlah tempat yang nyaman bagi ibu dan bayi. Kedua, pilihlah suasana hati tenang bagi ibu dan bayi. Ketiga, pijat bayi dapat dilakukan pada pagi dan malam hari, sebelum tidur, selama kurang lebih 15 menit. Keempat, siapkanlah handuk, popok, baju ganti, dan baby oil atau lotion yang sesuai dengan kulit bayi.

Kelima, duduklah pada posisi nyaman dan tenang. Keenam, baringkanlah bayi di atas permukaan kain yang rata, lembut, dan bersih. Ketujuh, saat memijat, putarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan. Kedelapan, pemijatan dimulai dari bagian kaki, perut, dada, tangan, muka, dan diakhiri pada bagian punggung. Kesembilan, untuk mempererat ikatan dengan sang buah hati, jagalah kontak mata dengan bayi dan bicaralah dengan suara yang menenangkan. Kesepuluh, pijat bayi dengan lembut sambil perhatikan ekspresinya untuk menilai pijatan yang disukai.

Terpenting saat melakukan pijat bayi adalah selalu memperhatikan respon sang bayi. Bila bayi menangis dan tidak merasa nyaman, sebaiknya dicari dahulu penyebabnya, jangan memaksakan suatu jenis pijatan pada bayi. Pijat bayi sebaiknya tidak dilakukan saat bayi lapar atau setelah minum susu atau makan. Bayi yang sakit sebaiknya diperiksakan ke tenaga kesehatan untuk memastikan apakah memerlukan perawatan khusus atau tidak.

Senin, 29 September 2014

Bolehkah Anak Balita Mengkonsumsi Madu?

Bolehkah Anak Balita Mengkonsumsi Madu?

Balita Anda susah makan? Sebelum menderita kurang gizi, beri dia madu setiap hari. Dari penelitian terbukti, madu bisa menambah nafsu makan, menurunkan tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek, di samping itu lengkap kandungan gizinya.

Memberi makan anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) memang gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, orang tua tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan lahap. Sebaliknya, anak balita yang bernafsu makan rendah atau susah makan, membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir kehilangan akal untuk membujuknya makan.

Berbagai jenis makanan dicobakan. Reaksi si anak cuma membuang kembali makanan di mulutnya bila tidak sesuai kesukaannya. Celakanya, makanan kesukaannya justru kurang bergizi. Padahal, variasi makanan sangat perlu. Kalau keadaan ini berlanjut bisa-bisa si anak menderita kurang makan dan kurang gizi, sehingga mudah sakit. Akibat semua itu proses tumbuh kembangnya menjadi tidak normal. Yang paling merisaukan, bila ia menjadi bagian dari generasi tanpa masa depan (lost generation).

Meningkatkan nafsu makan

Untunglah ada hasil penelitian Y. Widodo. Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi di Bogor ini, tahun lalu membawa kabar gembira bagi para orang tua yang memiliki anak kurang energi protein (KEP). Ia melaporkan bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita.

Penelitian dilakukan terhadap balita pasien Klinik Gizi, Puslitbang Gizi, yang menderita kurang energi protein (KEP) akibat krismon. Ada 51 balita usia 13 – 36 bulan yang terlibat dalam penelitian. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, pertama Kelompok Madu (25 orang) sebagai sampel, dan kedua Kelompok Sirop (26 orang) sebagai kontrol. Kedua kelompok sama-sama diberi tambahan vitamin B-kompleks dan vitamin C (50 mg).

Indikator yang diamati antara lain data antropometri (umur, bobot badan, tinggi/panjang badan), sosial-ekonomi, recall konsumsi, riwayat kesehatan anak pada saat sebelum, selama, dan sesudah perlakuan sekitar dua bulan.

Hasil penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek kelompok madu atau sampel menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga meningkat dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapat sirop.

Manfaat kesehatan pemberian madu yang tampak dalam penelitian tersebut antara lain disebabkan oleh dua hal. Pertama, madu merupakan makanan yang mengandung aneka zat gizi sedangkan gula hanya mengandung energi atau kalori. Kedua, madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat antibiotik.

Mengandung faktor pertumbuhan

Kandungan gizi utama madu
adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%). Karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.

Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial. Asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita.

Vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6, dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang terdapat dalam darah manusia.

Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung faktor pertumbuhan. Dilaporkan, stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa perlakuan madu.

Madu juga mengandung zat antibiotik. Kandungan ini merupakan salah satu keunikan madu. Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit.

Beberapa penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat “disembuhkan” dan dihambat dengan (minum) madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.

Berdasarkan hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur, paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan berkembang.

Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati. Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida.

Takaran minum madu

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari madu, cairan manis yang menjadi cadangan makanan koloni lebah ini harus dikonsumsi secara teratur. Dalam penelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20 gram setiap hari. Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0 – 4 bulan, karena makanan pertama dan yang utama untuk mereka adalah air susu ibunya (ASI). Setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu seiring dengan pemberian makanan tambahan sesuai anjuran.

Menurut Muhilal, 2-3 sendok makan madu 2 X sehari sudah cukup memadai untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun untuk penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.

Selain menambahkan madu pada menu makanan balita secara teratur, tentu saja berbagai upaya kesehatan lainnya seperti pengobatan medis, pemberian makanan tambahan, dan imunisasi umum, harus pula dilakukan. Upaya tersebut akan lebih mempercepat upaya pemulihan kesehatan dan perbaikan gizi balita, terutama yang susah makan, sehingga mereka terhidar kemungkinan menjadi generasi tanpa masa depan.

Penyakit Campak

Penyakit Campak

Campak atau MEASLES (RUBEOLA) lebih terkenal sebagai penyakit gatal2.
Tetapi penyakit ini adalah infeksi saluran pernafasan. Gejala pertama adalah hidung meler, mata memerah dan sensitif terhadap cahaya, batuk berat dan demam yg dapat mencapai 40,6 derajat celcius atau 105 Fahrenheit.

Demam mencapai puncaknya bersamaan dengan munculnya gatal yang biasanya mulai dari dahi, lalu ke wajah,leher dan tubuh. Biasanya gatal2 - gatal akan mencapai kaki penderita sekitar 3 hari. Dan kalau gatal - gasudah mencapai kaki, gatal tersebut akan hilang dlm waktu 2 hari. Warna dari gatal tersebut bisa merah mendekati kecoklatan dan berbentuk titik - titik besar yang rata dengan kulit. Gatal - gatalnya akan menghilang berawal seperti datangnya, yaitu dari dahi, wajah, leher dan tubuh. Kulit akan mengelupas saat gata2l ini menghilang kembali seperti semula.

Campak atau MEASLES juga disebabkan oleh virus.Kalau yg menderita orang dewasa,keadaannya bisa lebih parah. Penyakit ini dapat mengakibatkan beberapa komplikasi antara lain bronchitis, paru2 basah/pneumonia,brochiolitis,conjunctivitis,myocarditis, hepatitis dan enchepalitis. Campak juga membuat tubuh penderita rentan akan infeksi telinga dan paru - paru basah/pneumonia akibatbakteri. Cara pencegahan dan pengobatan terhadap campak adalah dengan imunisasi vaksin campak atau MEASLES (MMR) Untuk penderita bisa diberikan dalam waktu 3 hari sesudah dia terkena penyakit tsb. Vaksin campak tidak boleh diberikan kepada wanita hamil, penderita TBC, leukemia, lymphoma, atau berkurangnya daya tahan tubuh. begitu pula orang - orang  yg memiliki alergi berat terhadap telur dan
antibiotic neomycin. Kalau diberikan vaksin tsb dapat mengakibatkan kematian.

Masa inkubasi campak atau measles adalah 9 - 11 hari antara hari pertama tertular penyakitnya dan munculnya gejala2 pertama, yaitu gatal2. Penyakit ini biasanya dialami antara 10 - 14 hari dari gatal2 pertama smaapi gatal2nya hilang. Sembilan puluh persen orang yg belum diimunisasi campak dapat terkena penyakit ini dengan mudahnya, karena tingkat penularannya sangat tinggi. Penyebaran virus dalam bentuk cairan yg berasal dr mulut dan hidung, melalui
udara. Untuk menangani penderita campak, berikan cairan secukuonya. Misalkan air minum, juice buah, teh dan lemonade untuk mengganti cairan yg hilang akibat panas tinggi. Cairan juga berguna untuk mencegah infeksi paru2/pneumonia.Gunakan vaporizer untuk melancarkan batuk dan saluran pernafasan. Penderita jangan diperbolehkan menonton tv, karena mata mreka sensitif thdp cahaya. Istirahat sebanyak - banyaknya.

PENYEBAB
  • Campak disebabkan oleh paramiksovirus.Penularan terjadi melalui percikan ludahdari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak.
  • Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.
  • Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan
  • kekebalan pasif
  • pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun).
  • Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: bayi berumur lebih dari 1 tahun, bayi yang tidak mendapatkan imunisasiremaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.
GEJALA
  • Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi,yaitu berupa:
  • - nyeri tenggorokan
  • - hidung meler
  • - batuk
  • - nyeri otot
  • - demam
  • - mata merah
  • - fotofobia (rentan terhadap cahaya, silau).
  • 2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik
  • Koplik).
  • Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah
  • timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun
  • papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.
  • Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu
  • tubuhnya
  • mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai
  • merasa
  • baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

KOMPLIKASI
Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius.
Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:
1.. Infeksi bakteri
- Pneumonia
- Infeksi telinga tengah
2.. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga
pendeita
mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
3.. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas.
Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan:
  • - pemeriksaan darah
  • - pembiakan virus
  • - serologi campak.

PENGOBATAN
Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring. Untuk menurunkan demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen.Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.

PENCEGAHAN
Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin
biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman
(vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan
atas. Jika hanya mengandung campak, vaksin
dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada
usia 12-15 bulan,
dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun

Roseola infantum? Apa Itu ?

Roseola infantum? Apa Itu ?

Roseola infantum.  ini adalah penyakit infeksi pada bayi yang gejalanya antara lain timbul bercak-bercak kemerahan di kulit seperti bunga mawar (sehingga disebut roseola). Infeksi ini kebanyakan diderita bayi umur 6 bulan sampai 2 tahun (infant). Namun, angka kejadian paling tinggi ditemukan pada bayi umur 6-12 bulan. Penyakit ini dikenal juga dengan nama exanthem subitum.
Apa Itu Roseola infantum?  Ayahbunda.co.id
Ulah virus. Virus herpes tipe 6 (HHV-6) dan 7 (HHV-7) adalah biang keladi penyakit ini. Lebih dari 75% roseola infantum di Indonesia disebabkan virus herpes tipe 6 (HHV-6). Penularan penyakit ini biasanya akibat terkena percikan ludah penderita. Misalnya, tertular dari bayi lainnya ketika Anda membawa bayi periksa kesehatan rutin atau imunisasi di dokter. Bayi yang mungkin menularkan penyakit ini belum tentu menunjukkan gejala. Sebaliknya, bayi yang tertular akan menunjukkan gejala-gejala berikut.
  • Demam antara 39–40°C selama 3 hari. Bila ada riwayat kejang dalam keluarga, demam dapat disertai kejang. Bayi seringkali terlihat lemah tidak bertenaga, rewel, dan cepat mengantuk.
  • Ruam kemerahan muncul setelah demam turun. Ruam bisa muncul di seluruh tubuh, atau hanya pada bagian tertentu seperti sekitar wajah, leher dan dada. Bila bercak tersebut ditekan, akan terlihat bekas seperti halo (berbentuk bulat berwarna putih seperti awan). Ruam ini tidak berubah menjadi bernanah atau timbul cairan, dan tidak gatal. Mata bayi biasanya berair dan terlihat kemerahan, bibir pecah-pecah. Umumnya, bercak akan berubah warna menjadi hitam kecokelatan, hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu.
  • Lainnya: diare, batuk, pilek dan radang tenggorokan.
  • Komplikasi. Selain kejang, komplikasi lain yang mungkin timbul –meski sangat jarang terjadi– adalah pembengkakan kelenjar limfa di leher dan radang selaput otak (meningitis). Selain itu, dapat pula terjadi komplikasi yang berat seperti radang paru (pneumonia), yang dapat berakibat fatal.
Bedanya dengan campak. Ruam pada roseola infant timbul setelah demam anak turun, sementara pada campak muncul pada saat demam sedang tinggi.

Atasi dengan:
  • Turunkan demamnya. Beri obat penurun demam yang aman untuk anak, seperti asetominofen dan ibuprofen, baik dalam bentuk obat tetes atau sirup. Jangan gunakan aspirin, sebab bila bereaksi dengan virus dapat memicu timbulnya sindroma Reye (menyebabkan pembengkakan hati dan otak).
  • Kompres si kecil. Gunakan handuk atau lap bersih yang dibasahi air hangat. Tidak disarankan mengompres dengan es batu, air dingin, atau alkohol. Juga, jangan memandikan si kecil dengan air dingin.
  • Beri banyak cairan, untuk mencegah dehidrasi akibat demam tinggi dan berkeringat. Cairan yang diberikan bisa berupa ASI, air putih, larutan gula garam, cairan elektrolit (oralit) atau kaldu.
  • Bawa ke dokter atau rumah sakit, bila si kecil kejang, kesadarannya menurun, sesak napas, atau tidak mau makan dan minum.
  • Masa inkubasi penyakit ini rata-rata 5–15 hari, dan umumnya akan sembuh dalam waktu sekitar 1 minggu.
Roseola infantum sering disebut sebagai penyakit ke-6 atau sixth disease. Sebab, gejalanya yang berupa bercak kemerahan pada kulit, mirip dengan lima jenis penyakit lainnya. Urutan lima jenis penyakit yang memiliki gejala serupa itu adalah campak (penyakit 1), penyakit Dukes (penyakit 2), campak Jerman (penyakit 3), penyakit Scarlet (penyakit 4), dan eritrema infeksiosum (penyakit 5). Dari kelima jenis penyakit tersebut, roseola infantum kerap salah didiagnosa dan dianggap penyakit campak Jerman.

Menghentikan Virus Flu pada Anak bayi

Menghentikan Virus Flu pada Anak bayi

Influensa (flu) dan common colds (pilek) disebabkan oleh infeksi virus. Yang membedakan diantara virus tersebut adalah gejalanya. Gejala flu lebih hebat ketimbang gejala pilek, seperti demam yang lebih tinggi.
Karena penyebabnya infeksi virus, penanganannya adalah dengan melakukan observasi, memberikan asupan cairan yang lebih banyak daripada biasanya, dan memberikan parasetamol jika disertai demam tinggi atau anak rewel. Dalam dunia medis, tak ada obat batuk dan pilek untuk bayi dan anak kecil. Risikonya lebih besar (bahkan bisa fatal) dibanding manfaatnya. Maka di negara maju, obat batuk pilek sudah dilarang buat bayi dan anak kecil.

Anda bisa browsing di FDA (Food and Drugs Administration) dengan kata kunci "colds". Tentunya ini juga berlaku untuk puyer-puyer batuk pilek pada resep dokter. Bukankah isinya mirip dengan obat batuk pilek?

Jadi, ’obat’ infeksi virus pilek dan flu adalah daya tahan tubuh dan waktu. Umumnya infeksi ringan, sehingga jangan cemas berlebihan. Justru Anda harus cemas dengan obat-obatan yang diberikan.

Lalu, bagaimana cara menghentikan penularan virus dalam rumah? Pertama, cuci tangan dengan benar (silakan intip web CDC atau Centrals for Disease Control). Kedua, semua orang dewasa yang tengah sakit harap memakai masker dengan benar. Ketiga, buang tisu bekas ingus ke tempat sampah yang tertutup. Lalu, Air Susu Ibu atau ASI (apalagi ASI eksklusif) terbukti berhasil menurunkan angka infeksi pada bayi dan anak kecil, yaitu ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), diare, serta infeksi telinga. Juga, anak ASI punya kekebalan yang lebih dibanding anak yang minum susu formula.

Sabtu, 27 September 2014

Kurangi rasa sakit saat Bayi sedang tumbuh gigi

Kurangi rasa sakit saat Bayi sedang tumbuh gigi

Berikut cara sederhana untuk kurangi rasa sakit saat Bayi yang sedang tumbuh gigi.


  1. Pijatlah gusi tempat tumbuhnya gigi secara perlahan, menggunakan jari bersih Anda. Gratis, namun efektif
  2. Dinginkan sendok di dalam kulkas, lalu berikan untuk digigit oleh si kecil. Ini berguna untuk gigi yang belum muncul ke permukaan
  3. Celupkan waslap ke dalam air atau ASI, lalu dinginkan (bisa juga dibekukan dalam freezer).  Berikan kepada si kecil untuk dikunyah-kunyah
  4. Kalau ia sudah mulai menerima MPASI, Anda bisa memberikan makanan dingin seperti puree atau yoghurt untuk membantu mengurangi rasa sakit pada gusinya
  5. Susui. Ya, rasa sakit akan berkurang ketika ia sedang menyusu.
  6. Mainan gigit juga bisa membantu. Namun pastikan Anda memilih mainan yang berbahan aman ya.. Biasanya ada yang berbahan karet alami yang bebas dari BPA dan phthalate, serta menggunakan pewarna yang aman juga.
  7. Buah beku seperti pisang, apel dan lainnya bisa membantu juga. Berikan potongan yang agak besar sehingga tidak menyebabkan si kecil tersedak. Atau, ada juga yang menggunakan kantung jaring yang khusus sebagai tempat buahnya, agar si kecil tidak tersedak potongan buah yang terlepas.
  8. Pengalihan seperti berendam air hangat juga bisa membantu si kecil melupakan sejenak rasa sakit pada gusinya
  9. Untuk bayi usia 6 bulan ke atas, coba berikan minum menggunakan gelas bermocong (sippy cup), karena ini bisa sekaligus menjadi bahan untuk digigit-gigit olehnya
Bagaimana dengan jel pengurang rasa sakit?

Bisa saja Anda gunakan, namun gunakan yang bebas dari benzocaine, alkohol dan pewarna. Biasanya jel sejenis ini mengandung eugenol yang diambil dari cengkeh, yang bisa berfungsi sebagai antiseptik, analgesik, antibakteri serta  memiliki fungsi anestesi.


Makanan Sehat Bagi Bayi

Makanan Sehat Bagi Bayi

Bayi mempunyai perut yang masih kecil dan belum terlalu kuat. Asupan makanan  ke perutnya harus kita atur baik-baik. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam menyiapkan dan mengatur makanan bayi, antara lain usia , cara mengolah makanan, dan gizinya. 

Setiap tahapan usia bayi memiliki jenis makanan yang berbeda-beda. Pada usia 0-6 bulan, bayi hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan cair, yaitu ASI. Selanjutnya masuk usia 6-12 bulan, bayi sudah boleh kita berikan makanan lembut dan semi-padat seperti bubur dan pisang. Setelah bayi usia satu tahun, kita sudah lebih bebas memberikan variasi makanan kepada si bayi, misal potongan buah atau sayuran. Yang harus diingat perhatikan higienitas makanan .

Higienitas didapat sejak Anda memilih bahan makanan si kecil. Lebih baik jika Anda memasak sendiri menu yang Anda sajikan untuk bayi. Makanan bayi yang baik biasanya terdiri dari beras, ayam, daging, sayuran, dan ikan. Sedankan untuk ikan, pilih yang masih segar dan berwarna merah. Kemudian untuk sayuran, pilih juga yang masih segar dan warnanya cerah. Masak dengan cara dan rasa terbaik agar anak Anda menyukainya. Saat memasak, pastikan makanan matang sempurna agar segala kuman dan bakteri bisa mati. Namun juga jangan menggunakan api terlalu besar dan waktu terlalu lama karena makanan bisa menjadi lembek dan hilang nutrisinya.

Hal penting dalam menyiapkan dan mengatur makanan bayi, jangan pernah menambahkan bumbu penyedap atau MSG, tapi makanan bayi tetap harus memperhatikanan cita rasa bagi bayi.  Bahan ini bisa menimbulkan kerusakan fungsi otak. Setelah matang, biarkan panas makanan hilang lalu cicipi terlebih dahulu. Pastikan makanan yang masuk nyaman ditelan olehnya. Sedangkan jika Anda memilih makanan bayi instan, selalu periksa kemasan dan tanggal kadaluarsanya. Jangan memilih produk dengan kemasan rusak dan mendekati tanggal kadaluarsa. Jika Anda menyimpan makanan bayi yang sudah dimasak untuk diberikan lagi nanti, simpan di tempat yang bersih dan jauh dari bau menyengat. Jauhkan makanan bayi dari bau durian atau kopi yang bisa mempengaruhi aroma makanan.

Saat senggang, pelajarilah kandungan gizi makanan dalam kaitannya menyiapkan dan mengatur makanan bayi. Misalnya dengan mencari tahu kandungan gizi dari makanan instan bayi yang Anda sajikan. Anda bisa membaca label daftar gizi yang biasanya terdapat di bagian belakang produk tersebut. Hindari memilih makanan bayi yang mengandung banyak perasa buatan. Sedangkan untuk bahan makanan alami yang Anda masak sendiri, kandungan gizinya bisa diketahui dengan memahami prinsiap piramida makanan bayi. Piramida ini biasanya ada di buku panduan kesehatan bayi. Dengan gizi seimbang, tumbuh kembang anak Anda pun bisa maksimal.

Sumber : bidanku.com

Jumat, 26 September 2014

Cara Ampuh Atasi Batuk Pada Bayi dan Anak Balita

Cara Ampuh Atasi Batuk Pada Bayi dan Anak Balita

Batuk biasa terjadi karena infeksi saluran pernafasan dan alergi. Batuk juga bisa disebabkan masuknya cairan atau benda asing ke paru-paru. Misal tersedak benda-benda seperti kacang atau susu. Batuk juga bisa dikarenakan sinusitis, yaitu radang di rongga sinus.

Ada dua jenis batuk yaitu batuk kronis dan batuk akut. Disebut batuk kronis apabila batuknya telah berlangsung selama 14 hari atau lebih dan bisa berulang. Disebut batuk berulang apabila batuk berlangsung selama tiga kali dalam 3 bulan secara berturut-turut. Misalnya Januari, Februari dan Maret secara berturut-turut. Pada balita, kondisi seperti ini merupakan gejala penyakit Asma, TBC, atau batuk rejan ( batuk 100 hari ).

Batuk akut biasanya lebih ringan, batuk ini disebabkan oleh flu, radang tenggorokan, atau tersedak. Batuk akut berlangsung tidak lebih dari 14 hari. Akan tetapi Anda tetap perlu waspada, sebab batuk ini bisa sebagai pertanda suatu penyakit seperti pneumonia ( radang paru-paru ).


Beberapa cara penanganan batuk pada Anak, antara lain :

  • Jika anak batuk terus-menerus selama satu jam atau lebih perlu diwaspadai, kemungkinan ini merupakan gejala bronkhitis. Bronkhitis disebabkan oleh infeksi virus pada paru-paru. Batuk ini bisa diatasi dengan memberikan oksigen agar anak mudah bernapas.
  • Jika batuk disertai demam, biasanya sebagai gejala batuk rejan.Anak akan terlihat lesu, lidah membiru, dan sedikit minum. Apabila ada dua hal tersebut terjadi, anak segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  • Tidak memberi minuman dan makanan yang dapat merangsang timbulnya batuk. Contoh es, permen, atau makanan berlemak.
  • Memberi minuman dan makanan kepada anak dengan porsi sedikit tetapi cukup sering agar anak tidak muntah.
  • Mengolesi dada anak dengan minyak kayu putih atau minyak telon agar anak merasa nyaman.

Bagaimana mencegah batuk pada anak ?

  • Jika anda batuk sedang menyusui bayi, gunakan masker agar bayi Anda tidak tertular.
  • Tidak batuk di sembarang tempat.
  • Memberikan anak makanan yang bergizi agar daya tahan tubuh anak tetap bagus.
  • Beberapa penyakit batuk bisa dicegah dengan imunisasi. Contohnya batuk pertusis dengan imunisasi DPT serta mencegah TBC dengan imunisasi BCG.

Tenang menghadapi Bayi Diare

Tenang menghadapi Bayi Diare

Bagaimana saya bisa tahu bayi saya menderita diare ?

Bayi yang baru lahir sering membuang kotoran bahkan hampir terjadi setiap habis makan dan kotoran bayi biasanya sangat lembut terutama jika bayi disusui ASI.

Jika buang air besar bayi Anda berubah dalam jangka waktu yang agak lama, Anda tidak perlu khawatir. Tetapi jika bayi Anda fecesnya tiba-tiba berubah, Anda patut curiga apakah bayi Anda menderita diare atau tidak.

Sebagian besar kasus diare yang relatif ringan dan tidak menimbulkan ancaman kesehatan serius selama bayi Anda tidak mengalami dehidrasi. Tapi jika bayi Anda dehidrasi bisa sangat serius, bahkan bisa berakibat fatal pada bayi, jadi sangat penting memastikan bahwa bayi Anda mendapatkan cairan yang cukup.

Apakah yang menyebabkan bayi diare?
Ada sangat banyak kemungkinan. Diare pada bayi bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Mungkin juga dari parasit, antibiotik  atau dari sesuatu yang bayi makan.

Diare pada bayi karena infeksi bakteri
Bakteri seperti salmonella, shigella, staphylococcus, campylobacter atau E. Coli  juga dapat menyebabkan diare pada bayi Anda. Jika bayi Anda mengalami infeksi bakteri  ia mungkin akan mengalami diare berat disertai dengan kram darah dalam tinja dan demam. Catatan: Bayi Anda mungkin muntah bisa juga tidak muntah.

Beberapa infeksi bakteri seperti itu dari E. coli dapat ditemukan di daging matang dan sumber makanan lainnya yang  bisa saja  menjadi sangat serius. Jadi jika bayi Anda memiliki gejala-gejala tersebut membawanya ke dokter adalah pilihan terbaik. Dokter akan memeriksanya dan mungkin mengevaluasi apakah tinja menunjukkan tanda dari infeksi bakteri.

Diare pada bayi dari infeksi virus
Beberapa virus seperti rotovirus, adenovirus, calicivirus, astrovirus dan influenza dapat menyebabkan diare serta muntah serta nyeri perut, demam, menggigil, dan sakit lainnya.

Diare pada bayi karena infeksi telinga
Dalam beberapa kasus, infeksi telinga yang mungkin di sebabkan karena bakteri atau virus dapat menjadi penyebab diare bayi. Jika hal ini terjadi, Anda juga dapat melihat bahwa bayi Anda rewel dan akan menarik-narik telinganya. Si kecil juga mungkin muntah dan memiliki nafsu makan yang buruk dan bayi Anda kemungkinan juga akan sangat kedinginan.

Diare pada bayi karena parasit

Infeksi parasit juga dapat menyebabkan diare. Giardiasis misalnya, disebabkan oleh parasit mikroskopis yang hidup dalam usus. Gejalnya sering buang angin, kembung, diare dan tinja berminyak. Jenis infeksi ini mudah menyebar dalam situasi di kelompok perawatan seperti penitipan bayi dan pengobatan bisa di lakukan dengan obat khusus sehingga bayi Anda seharunya di bawa ke dokter spesialis.

Diare pada bayi karena terlalu banyak minum jus
Terlalu banyak jus terutama jus buah yang mengandung kadar sorbitol dan tinggi fruktosa atau terlalu banyak minuman manis dapat mengganggu perut bayi dan menyebabkan si kecil sakit perut. Mengurangi jumlah asupan adalah bisa mengatasi masalah dalam seminggu atau lebih. Beberapa dokter merekomendasikan Anda tidak memberikan jus buah kepada bayi sebelum usia 6 bulan. Setelah enam bulan bisa di berikan dengan porsi yang tidak terlalu banyak.

Diare bayi karena antibiotik
Jika bayi Anda mengalami diare selama konsumsi atau setelah minum antibiotik, mungkin berhubungan dengan obat-obatan yang membunuh bakteri baik di usus. Berkonsultasikan dengan dokter tentang alternatif dan solusi tapi jangan berhenti memberinya obat dari dokter sampai diare bayi Anda sembuh.

Diare pada bayi karena alergi makanan
Perhatian: Hubungi dokter secepatnya jika bayi Anda mengalami kesulitan bernapas atau telah mengalami pembengkakan wajah atau bibir.
Alergi makanan pada bayi. Dalam sistem kekebalan tubuh bayi yang merespon protein makanan biasanya tidak berbahaya atau menyebabkan reaksi ringan atau berat segera atau dalam beberapa jam. Gejalanya mungkin termasuk diare, kembung, sakit perut dan darah dalam tinja. Dalam kasus yang lebih parah, alergi juga dapat menyebabkan gata, ruam, pembengkakan dan kesulitan bernapas. Waspadalah!!
Protein susu adalah alergen makanan yang paling umum pada bayi. Bayi Anda tidak harus minum susu sapi sampai setelah satu tahun, formula yang dibuat dengan susu sapi atau makanan yang dibuat dengan produk susu setelah bayi makan makanan padat dapat menyebabkan reaksi pada perut, bisa juga terjadi alergi pada bayi Anda.

Diare pada bayi karena keracunan
Jika bayi Anda mengalami diare dan muntah-muntah dan Anda pikir dia mungkin telah menelan beberapa macam barang bukan makanan seperti obat, segera hubungi rumah sakit atau dokter secepatnya.
Diare pada bayi karena makanan
Tidak seperti lain, alergi makanan kadang-kadang disebut sensitivitas makanan adalah suatu reaksi abnormal yang tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satu contoh dari sensitivitas makanan adalah intoleransi laktosa.
Intoleransi laktosa sangat tidak biasa pada bayi, tetapi jika bayi Anda adalah laktosa tidak toleran itu berarti tubuhnya tidak cukup menghasilkan laktase yaitu enzim yang diperlukan mencerna laktosa, gula dalam susu sapi dan produk susu lainnya. Ketika laktosa tercerna tetap dalam usus, dapat menyebabkan gejala seperti diare, kram perut, kembung dan gas perut. Gejala biasanya mulai dari setengah jam sampai dua jam setelah mengkonsumsi produk susu.

Bagaimana saya mengobati diare pada bayi saya?
Meskipun tidak akan menjadi masalah serius jika diobati dengan benar, diare pada bayi dapat menyebabkan bayi Anda di rujuk ke rumah sakit jika ia menjadi dehidrasi, sehingga perhatian pertama Anda harus memberinya cairan yang cukup. Jika bayi Anda tidak juga muntah, teruslah memberinya air susu ibu atau susu formula.

Jika bayi Anda tidak bisa meminum ASI atau susu formula kami sarankan segera hubungi dokter, yang sangat mungkin Dokter akan memberinya larutan elektrolit pediatrik.

Hindari minuman seperti soda manis termasuk jahe, minuman atletik seperti Gatorade, air gula dan jus buah murni. Semua itu mengandung gula dan kandungan air yang bisa menarik ke dalam usus dan membuat diare lebih buruk.

Dokter biasanya menyarankan  memberi makan makanan padat untuk bayi dengan diare yang sudah hampir sembuh. Dan tidak ada salahnya selama menyusui bayi Anda diet menghindari makanan seperti pisang, nasi, saus apel dan roti kering. Sedangkan karbohidrat kompleks seperti roti, sereal, daging tanpa lemak, yoghurt, buah-buahan dan sayuran adalah aman dikonsumsi.

Jika bayi Anda sementara tidak mau makan, jangan khawatir. Selama ia tetap terhidrasi nafsu makannya seharusnya akan kembali dalam satu atau dua hari.
Apakah saya tetap bisa memberikan bayi saya obat anti  diare dewasa ?
Tidak, jangan berikan bayi Anda obat kecuali yang diresepkan oleh Dokter. Obat dewasa bisa berbahaya bagi bayi dan anak-anak.

Kapan saya harus menghubungi dokter?
Hubungi dokter segera jika bayi Anda berusia 3 bulan atau lebih muda dan dia menderita diare. Jika dia lebih dari 3 bulan, hubungi dokter jika bayi menderita diare dan tampaknya tidak akan membaik setelah 24 jam.

ASI Eksklusif Bisa Tingkatkan IQ si Kecil

ASI Eksklusif Bisa Tingkatkan IQ si Kecil

ASI memang telah diakui manfaatnya untuk ibu dan bayi. World Health Organization (WHO) bahkan menyarankan para ibu yang baru saja melahirkan untuk memberi bayi mereka ASI eksklusif selama enam bulan pertama.

Banyak bukti yang menunjukkan bahwa nutrisi dari ASI mampu memberikan manfaat kesehatan untuk anak Anda. Selain meningkatkan sistem imun, ASI mampu mengurangi risiko anak terkena asma dan bakteri. Anak yang diberikan asi eksklusif pun bisa terhindar dari kegemukan atau obesitas saat dirinya beranjak dewasa.

Tapi ternyata, manfaat yang diberikan ASI tak cuma itu saja lho. Ternyata, ASI pun bisa berikan manfaat kognitif pada anak, bahkan bisa meningkatkan skor IQ anak, benarkah?

Beberapa penelitian menunjukkan ASI dapat meningkatkan skor IQ seorang anak. Penelitian dari Harvard University menunjukkan, anak yang diberikan ASI ternyata memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik saat usianya 3 tahun. Mereka pun memiliki skor IQ yang tinggi saat usianya 7 tahun. Skor IQ bayi yang diberikan ASI di awal kehidupannya ini bertambah 4 poin.

Profesor Michael Kramer, konsultan paeditrician di WHO pun membuat penelitian serupa. Ia menemukan bahwa rata-rata anak yang diberikan ASI oleh ibunya memiliki skor IQ yang tinggi saat dia berusia 6 tahun. ASI memiliki peran dalam perkembangan kognitif seorang bayi. Sebab, dalam ASI terdapat banyak lemak sehat Omega-3 yang sangat berguna untuk perkembangan otak.

Memang secara deskriptif belum bisa dijelaskan kenapa ASI bisa meningkatkan IQ dan kemampuan verbal seorang anak. Menurut Prof Kramer, kemungkinan adalah kontak fisik dan emosional pada saat menyusui membuat bayi mendengar banyak kata dari ibunya.

Namun, dengan memberikan ASI bukan berarti Anda langsung bisa memiliki anak dengan IQ seperti Einstein. IQ hanya meningkat sekitar 3-4 poin saja. Poin utama tetap pada pendidikan yang diberikan keluarga dan interaksi antara ibu dan anak.

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh ibu untuk membangun kemampuan kognitifnya, "bermain dengan anak, rajin mengobrol dengan anak, membaca bersama anak, memberikan makanan kaya nutrisi, memberikan aktivitas fisik, dan tidak merokok, semua hal itu bisa menstimulasi perkembangan kognitif si kecil," tutup Prof Kramer.