Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Oktober 2014

Radang Tenggorokan pada Anak

Radang Tenggorokan pada Anak

Radang tenggorokan dan infeksi amandel memang banyak dialami anak-anak usia sekolah. Sekitar 85% radang tenggorokan pada anak disebabkan infeksi virus batuk-pilek atau virus lain. Penyebab lainnya adalah alergi dan bakteri streptokokus grup A atau bakteri lain.
Gejala: Tonsil (amandel) dan/tenggorokan meradang, menimbulkan nyeri, gatal, dan kesulitan menelan, serta terkadang disertai demam dan batuk-pilek. Jika terinfeksi streptokokus, mungkin anak akan mengalami demam rendah, hilang nafsu makan, serta terjadi pembesaran kelenjar.
Cara penularan: Bila disebabkan virus, perpindahan virus bisa terjadi melalui percikan air liur penderita yang berada di sekeliling kita. Bakteri bisa masuk ke dalam tenggorokan melalui makanan, alat makan, atau tangan yang kotor. 
Cara merawatnya: Banyak minum. Minuman hangat akan memberi rasa nyaman pada tenggorokan. Jika anak demam atau merasa tidak nyaman, berikan parasetamol. Kalau hidung tersumbat, berikan tetes hidung NaCl (bisa dibeli di apotik) dan menghirup uap air panas. Pengobatan dengan antibiotika hanya diperlukan bila radang disebabkan bakteri streptokokus atau bakteri lainnya; serta tidak untuk mengatasi virus.
Pencegahan: Menghindari kontak dengan penderita batuk-pilek, influenza, atau infeksi streprokokus, banyak minum, serta meningkatkan stamina dengan istirahat dan makan dengan baik.
Tip untuk mama: Konsultasikan ke dokter jika anak demam di atas suhu 39°C, kesulitan menelan, mengeluarkan air liur, tampak bintik putih atau luka pada tenggorokan yang tampak merah, nyeri pada leher, dan suara serak yang berlangsung selama 2 minggu.

Senin, 06 Oktober 2014

Tips Hadapi Kejang Demam pada anak

Tips Hadapi Kejang Demam pada anak

Berikut ini beberapa tips yang sudah terbukti untuk menghadapi anak kejang:
  • Panik adalah hal yang akan dialami jika orangtua anak mereka mengalami kejang. Namun, kepanikan tidak membuat keadaan lebih baik. Untuk menghadapi anak yang mengalami kejang, lakukan hal berikut:
  • Tenangkan diri Anda.
  • Jika anak dalam posisi tidur telentang, miringkan tubuh anak ke salah satu sisi.
  • Jangan memberikan minuman apapun pada saat anak mengalami kejang karena minuman dapat menyebabkan cairan masuk ke dalam paru-paru.
  • Jika ada, berikan obat untuk meredakan kejang untuk pertolongan pertama. Obat ini biasa dimasukkan melalui dubur. Jika anak Anda pernah mengalami kejang, tanyakan pada dokter obat untuk meredakan kejang tersebut dan selalu siapkan persediaan obat di rumah.
  • Bawa segera ke tempat pelayanan kesehatan seperti klinik atau rumah sakit agar dapat segera ditangani.

Kapan Bayi boleh berenang ?

Kapan Bayi boleh berenang ?

Tak cuma menyenangkan, berenang juga ternyata baik untuk kesehatan. Begitu juga untuk bayi sehingga harus diajarkan sejak dini. Otak bayi seperti spons, sedang giat-giatnya menyerap semua informasi dan stimulasi yang diberikan sehingga lebih mudah mengenalkan dan mengajarkan berenang saat bayi.

Banyak manfaat berenang untuk bayi. Beberapa diantaranya adalah karena air membuat bayi atau anak gembira, kolam renang bagi mereka ibarat tempat bermain air yang luas. Berenang membantu bayi atau anak tidak takut air juga mengasah kemandirian, keberanian, dan rasa percaya diri. Pun berenang mengasah kemampuan bersosialisasi dengan orang lain., dan sangat baik untuk perkembangan motorik, kardio, pernapasan bayi, serta mencegah terjadinya obesitas.

Penelitian yang dilakukan di Norwegia juga mencatat bayi yang diajarkan berenang sejak dini memiliki kemampuan keseimbangan fisik serta koordinasi yang lebih baik. Disamping itu, sangatlah penting bagi seorang anak untuk dapat berenang agar anak tidak tenggelam.

Kapan sebenarnya bayi boleh berenang? Sebenarnya tidak ada batasan usia yang baku mengenai kapan bayi boleh berenang. Namun sebaiknya berenang dilakukan saat bayi sudah dapat menegakkan dan mengontrol kepalanya saat digendong pada posisi duduk. Hal ini biasanya dikuasai bayi sekitar usia 4 bulan.

Tidak perlu menunggu imunisasi bayi lengkap. Terpenting, bayi harus dalam keadaan sehat (tidak sedang sakit), tidak memiliki kelainan bawaan. Jika ada kelainan bawaan, misalnya jantung bocor, dan lainnya konfirmasikan kondisi bayi pada dokter mengenai kapan bayi Anda siap berenang.

Sebaiknya bayi berenang cukup satu kali minggu dengan durasi 20-30 menit, atau bila jari-jari bayi sudah mulai keriput itu adalah tanda untuk selesai berenang. Air di kolam renang jangan terlalu dingin dan matahari jangan terlalu terik misalnya pada pukul 08.00-09.00 atau pukul 15.00-18.00. Dan jangan berenang saat bayi lapar ataupun terlalu kenyang dan jangan saat bayi sedang mengantuk.

Hal lain yang harus diperhatikan saat bayi berenang, pilih tempat berenang yang bersih.

Berenang menjadi menyenangkan juga bagi si bayi bila bersama teman-teman. Ajaklah teman Anda yang memiliki bayi untuk berenang bila memungkinkan. Awasi anak Anda jangan sampai loncat tanpa pengawasan dan tanpa menggunakan pelampung kecuali pada anak yang sudah dapat berenang. Pada bayi yang belum dapat berenang kenakanlah ban di leher atau yang sering disebut dengan neck ring dengan tekanan angin yang pas. Sementara, pada anak yang belum dapat berenang kenakanlah pelampung tangan atau ban yang dipasang di pinggang dengan tekanan angina yang pas. Jangan lupa membawa handuk kering, baju ganti kering, serta perlengkapan mandi lainnya.

Lakukanlah semua proses dengan lembut, menyenangkan, dan tidak traumatik. Cari baju renang dengan ukuran yang pas dan pelampung jika merasa perlu. Jangan membuat bayi trauma karena pengalaman pertama sangat penting untuk bayi. Saat berenang sebaiknya orang tua berada di dalam kolam untuk menemani bayi. Orang tua adalah faktor penting dalam membimbing bayi untuk berenang. jadi, pilihlah tempat dimana Anda dapat berpijak sehingga Anda yakin dan tenang. Bayi juga akan tenang bila melihat Anda menemani dengan tenang di dalam kolam.

Pertama-tama, basuhkan air sebelum bayi masuk ke kolam agar bayi tidak kaget saat masuk ke kolam. Bermainlah dengan anak di kolam renang dan jangan lupa mandi setelah berenang untuk membasuh kaporit dari kulit. Setelah berenang susui bayi atau berikan makanan kesukaan bayi. Bila bayi belum mau, jangan paksakan, coba lagi minggu depan atau dua minggu lagi.

Jumat, 03 Oktober 2014

Gejala Depresi Pada Anak Remaja Dan Efek Buruknya

Gejala Depresi Pada Anak Remaja Dan Efek Buruknya

Berikut ini adalah tanda-tanda apabila seorang anak mengalami depresi:
  1. Uring-uringan atau gampang marah, ini adalah gejala yang paling umum dari orang yang depresi. Bahkan dalam beberapa kasus sering terjadi ledakan amarah.
  2. Merasakan sakit atau nyeri yang samar-samar, apabila seorang remaja merasakan sakit kepala, sakit perut, dan keluhan lain yang tak nampak secara fisik penyebabnya dan tak menunjukkan masalah medis. Maka kemungkinan si anak mengalami depresi.
  3. Peka terhadap kritik, seseorang yang sensitif terhadap kritikan terkadang normal. Akan tetapi bila seorang remaja terlalu marah ketika dikritik, bisa jadi remaja tersebut sedang mengalami depresi.
  4. Berkumpul dengan kenalan-kenalan baru, jika seorang remaja menjauhi teman-teman lama, keluarga dan sahabat kemudian lebih sering berkumpul dengan komunitas yang baru dikenalnya, ada kemungkinan si anak sedang depresi.

Mengapa kita harus secepatnya menolong remaja yang depresi? Karena depresi pada anak remaja potensial membawa efek buruk dalam kehidupannya bahkan dapat menghancurkan kehidupan remaja dan sangat sulit untuk dipulihkan. Berikut ini adalah berbagai dampak buruk remaja yang depresi:
  1. Bermasalah di sekolah, energi yang rendah menyebabkan sulit berkonsentrasi untuk menerima pelajaran. Nilai rendah, tingkat kehadiran buruk, dan tidak sanggup mengerjakan tugas-tugas sekolah.
  2. Perasaan rendah diri sangat dominan, mengalami gangguan makan, bahkan anoreksia.
  3. Kecanduan game computer dan surfing internet sebagai mekanisme pelarian.
  4. Penyalahgunaan zat, seperti kecanduan alkohol atau pun obat-obatan terlarang.
  5. Sering berperilaku ceroboh, seperti kurang hati-hati dalam berkendara, sering ceroboh meletakkan benda-benda tidak pada tempatnya. Sehingga potensial menyebabkan bencana.
  6. Kekerasan menjadi sifat dominan dalam kehidupan sehari-hari, timbul rasa kebencian pada seseorang.
  7. Mencederai diri sendiri, mulai dari menarik rambut sendiri sampai menyayat nadi sendiri.
  8. Dalam tahap ekstrim, sering melontarkan komentar-komentar tentang kematian dan muncul hasrat untuk bunuh diri. Oleh karena itu depresi perlu dideteksi lebih dini agar si anak tidak terlanjur mengalami dampak buruknya.
  9.  

Senin, 29 September 2014

Bolehkah Anak Balita Mengkonsumsi Madu?

Bolehkah Anak Balita Mengkonsumsi Madu?

Balita Anda susah makan? Sebelum menderita kurang gizi, beri dia madu setiap hari. Dari penelitian terbukti, madu bisa menambah nafsu makan, menurunkan tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek, di samping itu lengkap kandungan gizinya.

Memberi makan anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) memang gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, orang tua tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan lahap. Sebaliknya, anak balita yang bernafsu makan rendah atau susah makan, membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir kehilangan akal untuk membujuknya makan.

Berbagai jenis makanan dicobakan. Reaksi si anak cuma membuang kembali makanan di mulutnya bila tidak sesuai kesukaannya. Celakanya, makanan kesukaannya justru kurang bergizi. Padahal, variasi makanan sangat perlu. Kalau keadaan ini berlanjut bisa-bisa si anak menderita kurang makan dan kurang gizi, sehingga mudah sakit. Akibat semua itu proses tumbuh kembangnya menjadi tidak normal. Yang paling merisaukan, bila ia menjadi bagian dari generasi tanpa masa depan (lost generation).

Meningkatkan nafsu makan

Untunglah ada hasil penelitian Y. Widodo. Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi di Bogor ini, tahun lalu membawa kabar gembira bagi para orang tua yang memiliki anak kurang energi protein (KEP). Ia melaporkan bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita.

Penelitian dilakukan terhadap balita pasien Klinik Gizi, Puslitbang Gizi, yang menderita kurang energi protein (KEP) akibat krismon. Ada 51 balita usia 13 – 36 bulan yang terlibat dalam penelitian. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, pertama Kelompok Madu (25 orang) sebagai sampel, dan kedua Kelompok Sirop (26 orang) sebagai kontrol. Kedua kelompok sama-sama diberi tambahan vitamin B-kompleks dan vitamin C (50 mg).

Indikator yang diamati antara lain data antropometri (umur, bobot badan, tinggi/panjang badan), sosial-ekonomi, recall konsumsi, riwayat kesehatan anak pada saat sebelum, selama, dan sesudah perlakuan sekitar dua bulan.

Hasil penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek kelompok madu atau sampel menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga meningkat dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapat sirop.

Manfaat kesehatan pemberian madu yang tampak dalam penelitian tersebut antara lain disebabkan oleh dua hal. Pertama, madu merupakan makanan yang mengandung aneka zat gizi sedangkan gula hanya mengandung energi atau kalori. Kedua, madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat antibiotik.

Mengandung faktor pertumbuhan

Kandungan gizi utama madu
adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%). Karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.

Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial. Asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita.

Vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6, dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang terdapat dalam darah manusia.

Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung faktor pertumbuhan. Dilaporkan, stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa perlakuan madu.

Madu juga mengandung zat antibiotik. Kandungan ini merupakan salah satu keunikan madu. Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit.

Beberapa penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat “disembuhkan” dan dihambat dengan (minum) madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.

Berdasarkan hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur, paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan berkembang.

Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati. Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida.

Takaran minum madu

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari madu, cairan manis yang menjadi cadangan makanan koloni lebah ini harus dikonsumsi secara teratur. Dalam penelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20 gram setiap hari. Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0 – 4 bulan, karena makanan pertama dan yang utama untuk mereka adalah air susu ibunya (ASI). Setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu seiring dengan pemberian makanan tambahan sesuai anjuran.

Menurut Muhilal, 2-3 sendok makan madu 2 X sehari sudah cukup memadai untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun untuk penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.

Selain menambahkan madu pada menu makanan balita secara teratur, tentu saja berbagai upaya kesehatan lainnya seperti pengobatan medis, pemberian makanan tambahan, dan imunisasi umum, harus pula dilakukan. Upaya tersebut akan lebih mempercepat upaya pemulihan kesehatan dan perbaikan gizi balita, terutama yang susah makan, sehingga mereka terhidar kemungkinan menjadi generasi tanpa masa depan.

Penyakit Campak

Penyakit Campak

Campak atau MEASLES (RUBEOLA) lebih terkenal sebagai penyakit gatal2.
Tetapi penyakit ini adalah infeksi saluran pernafasan. Gejala pertama adalah hidung meler, mata memerah dan sensitif terhadap cahaya, batuk berat dan demam yg dapat mencapai 40,6 derajat celcius atau 105 Fahrenheit.

Demam mencapai puncaknya bersamaan dengan munculnya gatal yang biasanya mulai dari dahi, lalu ke wajah,leher dan tubuh. Biasanya gatal2 - gatal akan mencapai kaki penderita sekitar 3 hari. Dan kalau gatal - gasudah mencapai kaki, gatal tersebut akan hilang dlm waktu 2 hari. Warna dari gatal tersebut bisa merah mendekati kecoklatan dan berbentuk titik - titik besar yang rata dengan kulit. Gatal - gatalnya akan menghilang berawal seperti datangnya, yaitu dari dahi, wajah, leher dan tubuh. Kulit akan mengelupas saat gata2l ini menghilang kembali seperti semula.

Campak atau MEASLES juga disebabkan oleh virus.Kalau yg menderita orang dewasa,keadaannya bisa lebih parah. Penyakit ini dapat mengakibatkan beberapa komplikasi antara lain bronchitis, paru2 basah/pneumonia,brochiolitis,conjunctivitis,myocarditis, hepatitis dan enchepalitis. Campak juga membuat tubuh penderita rentan akan infeksi telinga dan paru - paru basah/pneumonia akibatbakteri. Cara pencegahan dan pengobatan terhadap campak adalah dengan imunisasi vaksin campak atau MEASLES (MMR) Untuk penderita bisa diberikan dalam waktu 3 hari sesudah dia terkena penyakit tsb. Vaksin campak tidak boleh diberikan kepada wanita hamil, penderita TBC, leukemia, lymphoma, atau berkurangnya daya tahan tubuh. begitu pula orang - orang  yg memiliki alergi berat terhadap telur dan
antibiotic neomycin. Kalau diberikan vaksin tsb dapat mengakibatkan kematian.

Masa inkubasi campak atau measles adalah 9 - 11 hari antara hari pertama tertular penyakitnya dan munculnya gejala2 pertama, yaitu gatal2. Penyakit ini biasanya dialami antara 10 - 14 hari dari gatal2 pertama smaapi gatal2nya hilang. Sembilan puluh persen orang yg belum diimunisasi campak dapat terkena penyakit ini dengan mudahnya, karena tingkat penularannya sangat tinggi. Penyebaran virus dalam bentuk cairan yg berasal dr mulut dan hidung, melalui
udara. Untuk menangani penderita campak, berikan cairan secukuonya. Misalkan air minum, juice buah, teh dan lemonade untuk mengganti cairan yg hilang akibat panas tinggi. Cairan juga berguna untuk mencegah infeksi paru2/pneumonia.Gunakan vaporizer untuk melancarkan batuk dan saluran pernafasan. Penderita jangan diperbolehkan menonton tv, karena mata mreka sensitif thdp cahaya. Istirahat sebanyak - banyaknya.

PENYEBAB
  • Campak disebabkan oleh paramiksovirus.Penularan terjadi melalui percikan ludahdari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak.
  • Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.
  • Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan
  • kekebalan pasif
  • pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun).
  • Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: bayi berumur lebih dari 1 tahun, bayi yang tidak mendapatkan imunisasiremaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.
GEJALA
  • Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi,yaitu berupa:
  • - nyeri tenggorokan
  • - hidung meler
  • - batuk
  • - nyeri otot
  • - demam
  • - mata merah
  • - fotofobia (rentan terhadap cahaya, silau).
  • 2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik
  • Koplik).
  • Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah
  • timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun
  • papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.
  • Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu
  • tubuhnya
  • mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai
  • merasa
  • baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

KOMPLIKASI
Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius.
Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:
1.. Infeksi bakteri
- Pneumonia
- Infeksi telinga tengah
2.. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga
pendeita
mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
3.. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas.
Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan:
  • - pemeriksaan darah
  • - pembiakan virus
  • - serologi campak.

PENGOBATAN
Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring. Untuk menurunkan demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen.Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.

PENCEGAHAN
Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin
biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman
(vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan
atas. Jika hanya mengandung campak, vaksin
dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada
usia 12-15 bulan,
dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun

Roseola infantum? Apa Itu ?

Roseola infantum? Apa Itu ?

Roseola infantum.  ini adalah penyakit infeksi pada bayi yang gejalanya antara lain timbul bercak-bercak kemerahan di kulit seperti bunga mawar (sehingga disebut roseola). Infeksi ini kebanyakan diderita bayi umur 6 bulan sampai 2 tahun (infant). Namun, angka kejadian paling tinggi ditemukan pada bayi umur 6-12 bulan. Penyakit ini dikenal juga dengan nama exanthem subitum.
Apa Itu Roseola infantum?  Ayahbunda.co.id
Ulah virus. Virus herpes tipe 6 (HHV-6) dan 7 (HHV-7) adalah biang keladi penyakit ini. Lebih dari 75% roseola infantum di Indonesia disebabkan virus herpes tipe 6 (HHV-6). Penularan penyakit ini biasanya akibat terkena percikan ludah penderita. Misalnya, tertular dari bayi lainnya ketika Anda membawa bayi periksa kesehatan rutin atau imunisasi di dokter. Bayi yang mungkin menularkan penyakit ini belum tentu menunjukkan gejala. Sebaliknya, bayi yang tertular akan menunjukkan gejala-gejala berikut.
  • Demam antara 39–40°C selama 3 hari. Bila ada riwayat kejang dalam keluarga, demam dapat disertai kejang. Bayi seringkali terlihat lemah tidak bertenaga, rewel, dan cepat mengantuk.
  • Ruam kemerahan muncul setelah demam turun. Ruam bisa muncul di seluruh tubuh, atau hanya pada bagian tertentu seperti sekitar wajah, leher dan dada. Bila bercak tersebut ditekan, akan terlihat bekas seperti halo (berbentuk bulat berwarna putih seperti awan). Ruam ini tidak berubah menjadi bernanah atau timbul cairan, dan tidak gatal. Mata bayi biasanya berair dan terlihat kemerahan, bibir pecah-pecah. Umumnya, bercak akan berubah warna menjadi hitam kecokelatan, hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu.
  • Lainnya: diare, batuk, pilek dan radang tenggorokan.
  • Komplikasi. Selain kejang, komplikasi lain yang mungkin timbul –meski sangat jarang terjadi– adalah pembengkakan kelenjar limfa di leher dan radang selaput otak (meningitis). Selain itu, dapat pula terjadi komplikasi yang berat seperti radang paru (pneumonia), yang dapat berakibat fatal.
Bedanya dengan campak. Ruam pada roseola infant timbul setelah demam anak turun, sementara pada campak muncul pada saat demam sedang tinggi.

Atasi dengan:
  • Turunkan demamnya. Beri obat penurun demam yang aman untuk anak, seperti asetominofen dan ibuprofen, baik dalam bentuk obat tetes atau sirup. Jangan gunakan aspirin, sebab bila bereaksi dengan virus dapat memicu timbulnya sindroma Reye (menyebabkan pembengkakan hati dan otak).
  • Kompres si kecil. Gunakan handuk atau lap bersih yang dibasahi air hangat. Tidak disarankan mengompres dengan es batu, air dingin, atau alkohol. Juga, jangan memandikan si kecil dengan air dingin.
  • Beri banyak cairan, untuk mencegah dehidrasi akibat demam tinggi dan berkeringat. Cairan yang diberikan bisa berupa ASI, air putih, larutan gula garam, cairan elektrolit (oralit) atau kaldu.
  • Bawa ke dokter atau rumah sakit, bila si kecil kejang, kesadarannya menurun, sesak napas, atau tidak mau makan dan minum.
  • Masa inkubasi penyakit ini rata-rata 5–15 hari, dan umumnya akan sembuh dalam waktu sekitar 1 minggu.
Roseola infantum sering disebut sebagai penyakit ke-6 atau sixth disease. Sebab, gejalanya yang berupa bercak kemerahan pada kulit, mirip dengan lima jenis penyakit lainnya. Urutan lima jenis penyakit yang memiliki gejala serupa itu adalah campak (penyakit 1), penyakit Dukes (penyakit 2), campak Jerman (penyakit 3), penyakit Scarlet (penyakit 4), dan eritrema infeksiosum (penyakit 5). Dari kelima jenis penyakit tersebut, roseola infantum kerap salah didiagnosa dan dianggap penyakit campak Jerman.

Menghentikan Virus Flu pada Anak bayi

Menghentikan Virus Flu pada Anak bayi

Influensa (flu) dan common colds (pilek) disebabkan oleh infeksi virus. Yang membedakan diantara virus tersebut adalah gejalanya. Gejala flu lebih hebat ketimbang gejala pilek, seperti demam yang lebih tinggi.
Karena penyebabnya infeksi virus, penanganannya adalah dengan melakukan observasi, memberikan asupan cairan yang lebih banyak daripada biasanya, dan memberikan parasetamol jika disertai demam tinggi atau anak rewel. Dalam dunia medis, tak ada obat batuk dan pilek untuk bayi dan anak kecil. Risikonya lebih besar (bahkan bisa fatal) dibanding manfaatnya. Maka di negara maju, obat batuk pilek sudah dilarang buat bayi dan anak kecil.

Anda bisa browsing di FDA (Food and Drugs Administration) dengan kata kunci "colds". Tentunya ini juga berlaku untuk puyer-puyer batuk pilek pada resep dokter. Bukankah isinya mirip dengan obat batuk pilek?

Jadi, ’obat’ infeksi virus pilek dan flu adalah daya tahan tubuh dan waktu. Umumnya infeksi ringan, sehingga jangan cemas berlebihan. Justru Anda harus cemas dengan obat-obatan yang diberikan.

Lalu, bagaimana cara menghentikan penularan virus dalam rumah? Pertama, cuci tangan dengan benar (silakan intip web CDC atau Centrals for Disease Control). Kedua, semua orang dewasa yang tengah sakit harap memakai masker dengan benar. Ketiga, buang tisu bekas ingus ke tempat sampah yang tertutup. Lalu, Air Susu Ibu atau ASI (apalagi ASI eksklusif) terbukti berhasil menurunkan angka infeksi pada bayi dan anak kecil, yaitu ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), diare, serta infeksi telinga. Juga, anak ASI punya kekebalan yang lebih dibanding anak yang minum susu formula.

Jumat, 26 September 2014

Batuk Pilek pada Anak

Batuk Pilek pada Anak

Gejala batuk pilek adalah mekanisme tubuh untuk memberikan peringatan/alert terhadap serangan-serangan hal asing bagi tubuh dan treatment nya tidak harus menggunakan obat.

Sering sekali kita datang ke dokter dan meminta antibiotika, padahal antibiotika itu dipakai untuk membunuh kuman atau bakteri, ada atau tidaknya kuman/bakteri ini harus benar-benar di periksa terlebih dahulu. Sedangkan pilek atau salesma juga flu itu disebabkan oleh virus, dan virus tidak bisa dimatikan dengan antibiotika karena virus bukan merupakan mahluk hidup.

Salah satu cara mengatasi apabila anak terserang batuk pilek tanpa pengobatan medis bisa dimulai dari merubah mindset anda sebagai orang tua. Berikut beberapa tips untuk mencegah anak terserang batuk dan pilek:

- Perbanyak konsumsi sayur dan buah yang mengandung serat dan juga air putih, karena sayur dan buah yg berserat mengandung vitamin yang bekerja sebagai antioksidan

- Biasakan menjemur anak atau bayi di pagi hari. Sinar matahari pagi sangat baik karena sanggup membunuh bakteri penyakit, virus dan jamur. Beberapa jenis bakteri di udara dibinasakan dalam 10 menit oleh sinar ultraviolet.

- Biasakan cuci tangan sesering mungkin, terutama setelah beraktifitas dan sebelum makan

- Gantilah baju anak apabila berkeringat dan gunakan baju dengan bahan katun atau kaos yang bisa menyerap keringat

- Apabila ruang tidur anak menggunakan AC, letakan ember atau baskom kecil berisi air panas pd saat anak sudah tertidur agar udara di dalam ruangan tidak kering

Jika batuk pilek anak tidak kunjung berkurang atau sembuh, maka konsultasikan dengan dokter.

sourc:www.gayabunda.com

Cara Ampuh Atasi Batuk Pada Bayi dan Anak Balita

Cara Ampuh Atasi Batuk Pada Bayi dan Anak Balita

Batuk biasa terjadi karena infeksi saluran pernafasan dan alergi. Batuk juga bisa disebabkan masuknya cairan atau benda asing ke paru-paru. Misal tersedak benda-benda seperti kacang atau susu. Batuk juga bisa dikarenakan sinusitis, yaitu radang di rongga sinus.

Ada dua jenis batuk yaitu batuk kronis dan batuk akut. Disebut batuk kronis apabila batuknya telah berlangsung selama 14 hari atau lebih dan bisa berulang. Disebut batuk berulang apabila batuk berlangsung selama tiga kali dalam 3 bulan secara berturut-turut. Misalnya Januari, Februari dan Maret secara berturut-turut. Pada balita, kondisi seperti ini merupakan gejala penyakit Asma, TBC, atau batuk rejan ( batuk 100 hari ).

Batuk akut biasanya lebih ringan, batuk ini disebabkan oleh flu, radang tenggorokan, atau tersedak. Batuk akut berlangsung tidak lebih dari 14 hari. Akan tetapi Anda tetap perlu waspada, sebab batuk ini bisa sebagai pertanda suatu penyakit seperti pneumonia ( radang paru-paru ).


Beberapa cara penanganan batuk pada Anak, antara lain :

  • Jika anak batuk terus-menerus selama satu jam atau lebih perlu diwaspadai, kemungkinan ini merupakan gejala bronkhitis. Bronkhitis disebabkan oleh infeksi virus pada paru-paru. Batuk ini bisa diatasi dengan memberikan oksigen agar anak mudah bernapas.
  • Jika batuk disertai demam, biasanya sebagai gejala batuk rejan.Anak akan terlihat lesu, lidah membiru, dan sedikit minum. Apabila ada dua hal tersebut terjadi, anak segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  • Tidak memberi minuman dan makanan yang dapat merangsang timbulnya batuk. Contoh es, permen, atau makanan berlemak.
  • Memberi minuman dan makanan kepada anak dengan porsi sedikit tetapi cukup sering agar anak tidak muntah.
  • Mengolesi dada anak dengan minyak kayu putih atau minyak telon agar anak merasa nyaman.

Bagaimana mencegah batuk pada anak ?

  • Jika anda batuk sedang menyusui bayi, gunakan masker agar bayi Anda tidak tertular.
  • Tidak batuk di sembarang tempat.
  • Memberikan anak makanan yang bergizi agar daya tahan tubuh anak tetap bagus.
  • Beberapa penyakit batuk bisa dicegah dengan imunisasi. Contohnya batuk pertusis dengan imunisasi DPT serta mencegah TBC dengan imunisasi BCG.