Jumat, 29 Juli 2016

Boleh Berikan Dot pada Bayi, Asal...

Boleh Berikan Dot pada Bayi, Asal...
Image result for bayi dot
Menghisap memang sering memiliki efek menenangkan pada bayi. Meski hal ini masih pro dan kontra, namun sebagian orangtua tetap memberikan dot pada buah hatinya.

1. Tunggu sampai masa menyusui teratur
Jika Anda sedang menyusui, The American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk menunggu memberikan dot sampai bayi Anda berusia tiga sampai empat minggu. Selain itu, Anda siap melakukan rutinitas perawatan bayi yang efektif.

2. Jangan gunakan dot sebagai pertahanan pertama
Kadang mengubah posisi ketika menggendong atau mengayun-ayunkan dalam gendongan, dapat menenangkan bayi ketika menangis. Jadi, lebih baik berikan dot untuknya hanya setelah, atau antara menyusui.

3. Biarkan bayi mengatur penggunaan dot
Jika bayi Anda tidak tertarik pada dot, jangan memaksanya. Saat dot jatuh dari mulutnya saat ia tidur, juga jangan coba masukkan kembali ke mulutnya.

4. Jaga dot tetap bersih
Sebelum Anda memberikan dot, jangan lupa untuk membersihkannya secara menyeluruh. Lebih baik rebus secara teratur dan jangan membersihkan dot dengan mulut Anda, karena dengan begitu Anda akan menyebarkan kuman lebih banyak pada bayi Anda.

5. Jangan menaruh zat manis di atasnya
Jika tidak ingin membiarkan bayi Anda susah untuk melepas dot ketika balita nanti, jangan memberikan zat manis seperti gula atau permen di atasnya.

6 Faktor Risiko Kanker Prostat

6 Faktor Risiko Kanker Prostat

Acuan atau faktor risiko seseorang bisa terkena kanker prostat.

Kanker ini kerap muncul tanpa gejala, namun pasien dapat merasakan nyeri pada tulang.
risiko yang perlu diwaspadai pria, seperti:

1. Diet tinggi lemak
Seperti dimuatMedical News Today, studi lain menunjukkan, diet Mediterania dapat mengurangi risiko kanker prostat. Studi ini menunjukkan, kedelai, selenium dan teh hijau mungkin bisa mencegah penyakit.
Penelitian terbaru juga menunjukkan, terapi kombinasi vitamin E, selenium, dan kedelai tidak begitu signifikan mencegah risiko kanker prostat. Tapi gaya hidup sehat dengan mengonsumsi daging rendah lemak, sayuran, buah, olahraga teratur, yoga, meditasi dan pengaruh lingkungan bisa membantu meningkatkan kualitas hidup pria.

2. Kurang paparan sinar matahari
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Cancer Researchmenemukan, kekurangan vitamin D, konsumsi berlebih daging merah dapat meningkatkan risiko kanker prostat. 

3. Logam berat

4. Usia lanjut
Usia dianggap sebagai faktor risiko utama. Semakin tua seorang pria, maka lebih tinggi risikonya. Kanker prostat umum dialami pria di atas usia 50.

5. Riwayat keluarga
Mengetahui riwayat keluarga apakah ada yang pernah mengalami kanker prostat itu sangat penting. Hal ini untuk mengetahui lebih dini risiko kanker sebelum kasusnya makin parah.

6. Ras
Statistik menunjukkan, genetika mempengaruhi seseorang berisiko kanker prostat. Hal ini lebih umum di antara kelompok-kelompok ras tertentu.
Studi menunjukkan, dua gen yang rusak-- BRCA 1 dan BRCA 2-- merupakan faktor risiko penting untuk kanker payudara, kanker ovarium, serta kanker prostat. Dalam sebuah penelitian, ilmuwan menemukan tujuh situs baru dalam genom manusia yang terkait dengan risiko pria terkena kanker prostat.