Aturan Main Bumil Berhubungan Intim
Apakah boleh ibu hamil tetap berhubungan intim? Pertanyaan ini mungkin
sering terlontar atau terlintas di benak para ibu yang tengah
mengandung. Mereka seringkali khawatir bilamana hal ini nekat dilakukan,
janinlah yang jadi korban.
"Pada saat wanita hamil, melakukan
hubungan itu boleh-boleh saja, asal dua-duanya memiliki mood yang baik
atau menghendaki,"
Hanya
saja, bila si ibu mempunyai keluhan kontraksi atau sempat muncul gejala
perdarahan, maka disarankan agar pasutri puasa berhubungan
dulu untuk sementara waktu. Mengapa begitu?
"Pertama, tentu
karena secara mekanis hubungan seks membutuhkan gerakan-gerakan
tertentu, yang dikhawatirkan dapat memperparah gejala tadi. Kedua, di
dalam sperma itu ada senyawa namanya prostaglandin yang dapat
menyebabkan kontraksi otot bila dipaksakan berhubungan ketika rahim
mengencang atau perdarahan. Apalagi kalau pas ketuban pecah, tentu bisa
infeksi atau muncul efek samping yang lebih banyak lagi,"
Lantas posisi seperti apa yang dianjurkanagar ibu hamil ketika berhubungan? "Yang dianjurkan itu wanita di atas
(woman on top) atau si wanita dalam posisi nungging dan suami dari arah
belakang,"
Saat Ibu hamil muda atau usia kandungan di
bawah satu bulan, posisi hubungan intim yang aman adalah yang tidak
membebani kandungan dalam perut, misal 'doggy-position' (pria di
belakang) atau side by side-position' (saling menyamping).
"Akan
tetapi, bila Anda pernah keguguran sebaiknya hubungan intim ditunda
sampai usia kehamilan telah 16 minggu (4 bulan),"
Jumat, 26 September 2014
ASI Eksklusif Bisa Tingkatkan IQ si Kecil
ASI Eksklusif Bisa Tingkatkan IQ si Kecil
ASI memang telah diakui manfaatnya untuk ibu dan bayi. World Health Organization (WHO) bahkan menyarankan para ibu yang baru saja melahirkan untuk memberi bayi mereka ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa nutrisi dari ASI mampu memberikan manfaat kesehatan untuk anak Anda. Selain meningkatkan sistem imun, ASI mampu mengurangi risiko anak terkena asma dan bakteri. Anak yang diberikan asi eksklusif pun bisa terhindar dari kegemukan atau obesitas saat dirinya beranjak dewasa.
Tapi ternyata, manfaat yang diberikan ASI tak cuma itu saja lho. Ternyata, ASI pun bisa berikan manfaat kognitif pada anak, bahkan bisa meningkatkan skor IQ anak, benarkah?
Beberapa penelitian menunjukkan ASI dapat meningkatkan skor IQ seorang anak. Penelitian dari Harvard University menunjukkan, anak yang diberikan ASI ternyata memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik saat usianya 3 tahun. Mereka pun memiliki skor IQ yang tinggi saat usianya 7 tahun. Skor IQ bayi yang diberikan ASI di awal kehidupannya ini bertambah 4 poin.
Profesor Michael Kramer, konsultan paeditrician di WHO pun membuat penelitian serupa. Ia menemukan bahwa rata-rata anak yang diberikan ASI oleh ibunya memiliki skor IQ yang tinggi saat dia berusia 6 tahun. ASI memiliki peran dalam perkembangan kognitif seorang bayi. Sebab, dalam ASI terdapat banyak lemak sehat Omega-3 yang sangat berguna untuk perkembangan otak.
Memang secara deskriptif belum bisa dijelaskan kenapa ASI bisa meningkatkan IQ dan kemampuan verbal seorang anak. Menurut Prof Kramer, kemungkinan adalah kontak fisik dan emosional pada saat menyusui membuat bayi mendengar banyak kata dari ibunya.
Namun, dengan memberikan ASI bukan berarti Anda langsung bisa memiliki anak dengan IQ seperti Einstein. IQ hanya meningkat sekitar 3-4 poin saja. Poin utama tetap pada pendidikan yang diberikan keluarga dan interaksi antara ibu dan anak.
Banyak cara yang bisa dilakukan oleh ibu untuk membangun kemampuan kognitifnya, "bermain dengan anak, rajin mengobrol dengan anak, membaca bersama anak, memberikan makanan kaya nutrisi, memberikan aktivitas fisik, dan tidak merokok, semua hal itu bisa menstimulasi perkembangan kognitif si kecil," tutup Prof Kramer.
ASI memang telah diakui manfaatnya untuk ibu dan bayi. World Health Organization (WHO) bahkan menyarankan para ibu yang baru saja melahirkan untuk memberi bayi mereka ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa nutrisi dari ASI mampu memberikan manfaat kesehatan untuk anak Anda. Selain meningkatkan sistem imun, ASI mampu mengurangi risiko anak terkena asma dan bakteri. Anak yang diberikan asi eksklusif pun bisa terhindar dari kegemukan atau obesitas saat dirinya beranjak dewasa.
Tapi ternyata, manfaat yang diberikan ASI tak cuma itu saja lho. Ternyata, ASI pun bisa berikan manfaat kognitif pada anak, bahkan bisa meningkatkan skor IQ anak, benarkah?
Beberapa penelitian menunjukkan ASI dapat meningkatkan skor IQ seorang anak. Penelitian dari Harvard University menunjukkan, anak yang diberikan ASI ternyata memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik saat usianya 3 tahun. Mereka pun memiliki skor IQ yang tinggi saat usianya 7 tahun. Skor IQ bayi yang diberikan ASI di awal kehidupannya ini bertambah 4 poin.
Profesor Michael Kramer, konsultan paeditrician di WHO pun membuat penelitian serupa. Ia menemukan bahwa rata-rata anak yang diberikan ASI oleh ibunya memiliki skor IQ yang tinggi saat dia berusia 6 tahun. ASI memiliki peran dalam perkembangan kognitif seorang bayi. Sebab, dalam ASI terdapat banyak lemak sehat Omega-3 yang sangat berguna untuk perkembangan otak.
Memang secara deskriptif belum bisa dijelaskan kenapa ASI bisa meningkatkan IQ dan kemampuan verbal seorang anak. Menurut Prof Kramer, kemungkinan adalah kontak fisik dan emosional pada saat menyusui membuat bayi mendengar banyak kata dari ibunya.
Namun, dengan memberikan ASI bukan berarti Anda langsung bisa memiliki anak dengan IQ seperti Einstein. IQ hanya meningkat sekitar 3-4 poin saja. Poin utama tetap pada pendidikan yang diberikan keluarga dan interaksi antara ibu dan anak.
Banyak cara yang bisa dilakukan oleh ibu untuk membangun kemampuan kognitifnya, "bermain dengan anak, rajin mengobrol dengan anak, membaca bersama anak, memberikan makanan kaya nutrisi, memberikan aktivitas fisik, dan tidak merokok, semua hal itu bisa menstimulasi perkembangan kognitif si kecil," tutup Prof Kramer.
Labels:
Bayi
Langganan:
Postingan (Atom)